Ponorogo, Jatim (ANTARA) - Sebanyak 125 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur resmi menjadi peserta Sekolah Rakyat (SR) Tahun Ajaran 2024/2025 setelah menerima surat keputusan (SK) oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, di Pendopo Agung, Senin.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Kang Giri menyatakan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam mendukung program nasional Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial.

"SR ini penting sekali. Kami siap mendukung sepenuhnya program dari Bapak Presiden. Seluruh kebutuhan anak-anak akan dipenuhi. Orang tua tak perlu khawatir," ujar Sugiri di hadapan ratusan peserta dan wali siswa.

Ia menegaskan selama mengikuti pendidikan berbasis asrama di Gedung IKM Tambakbayan, siswa akan dididik dengan pendekatan menyeluruh, baik akademik, karakter, maupun keterampilan hidup.

"Percayakan sepenuhnya pada kami. Anak-anak ini akan kami didik sepenuh hati," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Ponorogo, Devi Tri Candrawati menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran aktif akan dimulai pada 24 Juli 2025, sesuai arahan dari Kementerian Sosial.

Meski secara klasifikasi wilayah Ponorogo masih berada pada kategori 1B, Devi menyebut kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tetap dilaksanakan dengan sejumlah tes awal seperti pemeriksaan kesehatan, kebugaran jasmani, serta pengenalan lingkungan.

"Gedung SR masih dalam proses rehabilitasi, tapi guru-guru sudah mulai membangun kedekatan dengan siswa. Hari ini hingga Kamis, siswa mengikuti rangkaian kegiatan MPLS termasuk tes kesehatan jasmani dan rohani," jelasnya.

Menurut Devi, seluruh siswa yang terpilih sudah menjalani seleksi dan dinyatakan siap mengikuti model pendidikan alternatif berbasis asrama dan karakter ini.



Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026