Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur mendistribusikan benih tanaman untuk petani di sejumlah titik sebagai bantuan akibat gagal panen.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Sukadi di Kediri, Rabu, mengemukakan bantuan ini diberikan sebagai langkah kepedulian pemerintah kabupaten dalam meringankan beban petani akibat lahan sawah yang terendam banjir. Bantuan itu berupa benih padi serta jagung.

"Kami mengalokasikan benih sesuai kebutuhan petani, termasuk apakah untuk masa tanam padi atau jagung," katanya.

Ia menjelaskan terdapat empat titik desa yang mendapat distribusi benih tersebut, yakni Desa Cerme, Kecamatan Grogol, disalurkan benih jagung mencapai 350 kilogram untuk lahan seluas 10 hektare. Lalu, Desa Datengan, Kecamatan Grogol, diberikan bantuan benih padi sebanyak 350 kilogram untuk luasan lahan hingga 10 hektare.

Kemudian, di Desa Merjoyo, Kecamatan Purwoasri, bantuan benih padi diberikan lebih dari 1.000 kilogram untuk areal pertanian seluas 30 hektare. Di Desa Purwotengah, Kecamatan Papar, yang mengalami gagal panen pada lahan seluas 10 hektare, bantuan benih jagung yang disalurkan hampir mencapai 200 kilogram.

Ia menambahkan dalam proses pemberian bantuan tersebut sesuai dengan instruksi dari Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, benih yang diberikan varietasnya tidak mengubah seperti yang biasa ditanam petani.

“Arahan dari Mas Dhito (sapaan akrab Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana) dalam penyaluran ini untuk tidak mengubah pola dan varietas yang sudah terbiasa ditanam oleh petani,” kata Sukadi.

Sukadi menambahkan bantuan ini merupakan dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, sekaligus upaya meringankan beban petani setelah dilanda banjir, apalagi tahun 2025 diprediksi menjadi musim kemarau basah, sehingga cukup sulit diprediksi.

Ia menambahkan prediksi musim kemarau basah itu bisa memberikan dampak signifikan bagi para petani, terutama di wilayah dataran rendah. Banyak lahan pertanian, termasuk yang ditanami padi dan jagung menjadi terendam, bahkan mengalami gagal panen.

Sukadi mengatakan penyaluran benih ini disesuaikan dengan kebutuhan petani. Dengan bantuan ini, diharapkan mampu menjaga produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Kediri, terlebih lagi kabupaten ini merupakan salah satu daerah yang masuk lumbung pangan.

Dengan bantuan ini, diharapkan bisa menekan kerugian petani dan mereka tetap bersemangat dalam budi daya.

Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Papar Ari Setiawan mengatakan lahan pertanian di Desa Purwotengah sempat terendam air selama beberapa hari, yang menyebabkan tanaman milik petani mengalami gagal panen.

Ia menyebut saluran air juga kurang memadai, sehingga air hujan tidak bisa mengalir dengan baik. Ia berharap pemkab melakukan perbaikan saluran air, sehingga air tidak lagi menggenang.

“Selain faktor hujan, saluran pembuangannya juga kurang memadai, sehingga tidak bisa langsung menampung air hujan,” kata Ari.

Selain bantuan berupa benih, Pemerintah Kabupaten Kediri juga memberikan bantuan berupa penyemprotan pupuk mikro menggunakan drone di Desa Merjoyo, Kecamatan Purwoasri. Bantuan ini diberikan untuk memulihkan tanaman yang terendam banjir pada akhir Mei lalu.



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026