Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa memastikan persoalan yang dialami ratusan siswa di Banyuwangi dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) telah tertangani dengan baik.
"Sudah selesai, insya Allah. Saya tadi malam sudah ke pusat di Dinas Pendidikan, tim teknologi informasi (IT)-nya sudah sangat profesional," kata Khofifah di Surabaya, Rabu.
Menurut Khofifah, gangguan tersebut disebabkan oleh kesalahan manusia dalam proses input data oleh operator sekolah.
Ia menjelaskan bahwa sistem SPMB mengharuskan tiga tahap klik untuk menyelesaikan pendaftaran, namun tahap akhir tidak dilakukan, sehingga data dianggap tidak lengkap oleh sistem berbasis kecerdasan buatan (AI).
"Kalau tidak diklik itu dianggap tidak terisi. Karena kita pakai artificial intelligence, maka 120 siswa yang ada di daftar langsung masuk," ujarnya.
Ia mengungkapkan kesalahan berasal dari operator di SMAN 1 Giri Banyuwangi yang tidak menekan tahap akhir saat proses pendaftaran. Akibatnya, data siswa tersebut secara otomatis ditolak oleh sistem.
"Baru terkonfirmasi ternyata ada human error. Yang bertugas di sekolah itu tidak ngeklik. Ketika itu diklik, langsung tertolak oleh sistem," katanya.
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, lanjut Khofifah, telah mengirimkan sekretaris dinas ke Banyuwangi untuk menangani langsung persoalan tersebut dan menyusun sejumlah solusi.
"Insya Allah beberapa solusi opsi sudah kita identifikasi," katanya menambahkan.
Khofifah menyampaikan bahwa antusiasme siswa pada tahap keempat SPMB sangat tinggi. Dalam waktu 38 menit setelah dibuka pada pukul 00.00 WIB, tercatat sebanyak 18.000 data masuk ke sistem.
"Ini menunjukkan semangat luar biasa dari anak-anak kita," ujarnya.
Ia memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya memberikan layanan pendidikan terbaik bagi seluruh peserta didik.
"Insya Allah semua pada posisi yang terus berikhtiar meningkatkan layanan terbaik, termasuk untuk siswa didik kita," kata Khofifah.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026