Teheran (ANTARA/ISNA-0ANA) - Para ahli Gerakan Non-Blok (GNB) telah merampungkan pertemuan mereka di Teheran, menyoroti dalam sebuah pernyataan akhir soal ancaman nuklir Israel, kata laporan Press TV. Mohammad-Mehdi Akhoundzadeh, sekretaris pertemuan tingkat ahli, mengatakan dalam satu konferensi pers pada Senin bahwa para ahli telah menyusun dokumen terdiri atas 700-ayat. "Dokumen ini meminta semua pihak untuk mengambil tindakan segera dalam pandangan pelaksanaan usulan Iran tahun 1974 untuk menciptakan Timur Tengah yang bebas dari senjata nuklir, dan menyatakan keprihatinannya yang mendalam mengenai senjata nuklir yang dimiliki oleh Israel dan ancaman Israel, serta mengutuk proliferasi dan persediaan senjata nuklir," kata Akhoundzadeh. "Dalam dua paragraf, dokumen menyoroti hak mutlak dari semua negara anggota GNB untuk pengembangan dan penggunaan energi nuklir damai serta pengembangan penuh dari siklus bahan bakar nuklir sesuai dengan hak dan kewajiban dalam Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), katanya menambahkan . Mengenai krisis yang sedang berlangsung di Suriah, para ahli GNB mengutuk sanksi sepihak Amerika Serikat terhadap Suriah dan invasi militer Suriah pada tahun 2008. (*)
Berita Terkait
Iran siap menghadapi potensi serangan Israel
23 Juli 2025 07:56
KTT BRICS: Serangan militer ke Iran langgar hukum internasional
7 Juli 2025 12:35
Menlu Iran: Senjata nuklir tidak manusiawi dan dilarang agama
3 Juli 2025 09:55
Putin, Macron singgung konfrontasi Iran-Israel dan serangan AS
2 Juli 2025 09:35
Khamenei sebut Trump besar-besarkan dampak serangan AS ke Iran
30 Juni 2025 12:00
Serangan AS ke fasilitas nuklir, Iran tahu dua jam sebelumnya
30 Juni 2025 09:25
Iran tuding pengawas nuklir PBB mengkhianati tugas
28 Juni 2025 16:45
Rusia: Kerja sama nuklir damai dengan Iran tetap berjalan
27 Juni 2025 10:28
