Ramallah (ANTARA/Xinhua-OANA) - Presiden Palestina Mahmoud Abbas takkan menghadiri pertemuan tingkat tinggi Gerakan Non-Blok (GNB) di Iran pekan depan, jika Pemimpin HAMAS Ismail Haniya diundang, kata seorang pejabat Palestina, Jumat (24/8). Pejabat itu, Saeb Erekat, ketika mengomentari pernyataan oleh kantor Haniya bahwa Iran telah mengundang Perdana Menteri HAMAS tersebut untuk ikut dalam pertemuan puncak itu, mengatakan, "Ada seorang pemimpin sah buat rakyat Palestina." "Pemimpin Palestina takkan ikut dalam pertemuan puncak kalau Haniya diundang sebagai pejabat Palestina atau Perdana Menteri," kata seorang pejabat lain partai Abbas --Fatah, Jebril ar-Rjoub, kepada Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Sabtu pagi. HAMAS telah menguasai Jalur Gaza sejak kelompok itu mengusir pasukan pro-Abbas pada 2007. (*)
Berita Terkait
Presiden Abbas desak Italia untuk mengakui negara Palestina
13 Desember 2025 14:45
JKSN dorong Presiden beri gelar pahlawan untuk KH Abbas dan KH Yusuf Hasyim
27 Oktober 2025 17:04
Presiden Palestina tiba di Inggris, siap bahas gencatan senjata di Gaza
8 September 2025 15:50
AS cabut visa delegasi Palestina, saatnya PBB pindah dari New York?
1 September 2025 08:48
Akan jadi negara penuh, Palestina bentuk komite konstitusi
19 Agustus 2025 18:25
Menlu Iran: Senjata nuklir tidak manusiawi dan dilarang agama
3 Juli 2025 09:55
Menlu Iran tiba di Moskow, temui Putin untuk bahas serangan AS
23 Juni 2025 09:05
Percobaan pembunuhan Menlu Iran oleh Israel digagalkan IRGC
20 Juni 2025 10:22
