Surabaya (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jatim Asep Heri menghadiri peluncuran laskar wakaf Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) sekaligus pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) oleh kampus setempat, Selasa.
Ia mengatakan, mahasiswa yang akan melaksanakan KKN di tujuh kabupaten kota di Jatim tersebut sekaligus menjadi laskar wakaf untuk membantu penyelesaian percepatan sertifikasi tanah wakaf.
Ia meminta untuk seluruh mahasiswa yang langsung turun ke desa fokus dan serius untuk membantu penyelesaian sertifikasi wakaf dan tempat ibadah lainnya sesuai dengan target yang telah ditentukan.
"Mulai sekarang kita akan bergegas mengubah tata kelola wakaf. Kolaborasi ini harus tetap diteruskan dan dijalankan. Bersama-sama mari kita bentuk peradaban dengan memperkuat sistem wakaf," ujarnya.
Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Akh. Muzaki menyampaikan bahwa seluruh mahasiswa siap turun untuk melaksanakan dan membantu penyelesaian wakaf di Jawa Timur.
"Sinergisitas ini akan menjadi percontohan permasalahan yang terjadi di masyarakat, khususnya masalah tanah wakaf dan tempat ibadah. Negeri ini tidak akan bisa baik-baik saja, dengan sendirinya. Kita generasi penerus harus berani muncul di tengah masyarakat," ujarnya.
Pada kesempatan kali ini, Kakanwil Jatim Asep Heri turun langsung untuk berinteraksi dengan mahasiswa yang akan berangkat KKN dan berbincang terkait sisa target wakaf yang wajib diselesaikan.
Hadir dalam kegiatan ini, perwakilan Kementerian Agama Jawa Timur, perwakilan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, Kepala Bidang Kanwil BPN Jawa Timur, Pejabat Fungsional Ahli Madya, Kepala Kantor Pertanahan Surabaya I, Surabaya II, Bondowoso, Banyuwangi, Lamongan, Ngawi, serta Kabupaten Probolinggo.
Penyelesaian wakaf akan menjadi instrumen dan bukti komitmen UINSA sebagai bentuk kontribusi dalam memajukan perekonomian. Mahasiswa yang digadang sebagai laskar wakaf merupakan kolaborasi yang kuat antara tiga institusi yaitu, UINSA, Kantor Wilayah BPN Jawa Timur dan Kementerian Agama.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026