Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, berencana melakukan penggabungan (merger) sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) yang mengalami kekurangan siswa sebagai upaya efisiensi pembiayaan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, Puspita Rahadi, Rabu, menyampaikan penggabungan sekolah dalam tahap kajian menyeluruh guna menilai dampak kebijakan tersebut.
“Kajian ini dilakukan karena pelayanan pendidikan harus menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil kajian ditargetkan rampung paling lambat akhir tahun ini dan akan segera dilaporkan kepada Bupati Tulungagung.
Selain sekolah yang kekurangan siswa, kebijakan merger juga menyasar sekolah-sekolah yang tidak menerima murid baru pada tahun ajaran 2024/2025.
“Ini juga terkait efisiensi anggaran pendidikan. Sekolah yang tidak memiliki siswa tetap menyerap biaya operasional,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Tulungagung, Marsono menegaskan perlunya langkah merger bagi sekolah negeri yang jumlah muridnya terus menurun, khususnya di kelas awal.
“Merger harus dilakukan demi efisiensi. Tidak ideal jika sekolah tetap beroperasi dengan jumlah siswa sangat sedikit,” ujarnya.
Data Dinas Pendidikan menyebutkan, terdapat hampir 200 SDN di Tulungagung yang jumlah murid kelas 1 kurang dari 10 orang.
Bahkan beberapa sekolah tidak memperoleh pendaftar sama sekali pada penerimaan peserta didik baru tahun ini.
Sekolah-sekolah tersebut umumnya berada di kawasan pinggiran dan pegunungan.*
