Kediri (ANTARA) - Pelaku seni budaya di Kota Kediri, Jawa Timur, meramaikan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 dengan berbagai kegiatan termasuk upacara dengan bahasa Jawa dan pentas seni.
Ketua Dewan Kebudayaan Daerah Kota Kediri, Wahyu mengemukakan peringatan Hari Pendidikan Nasional ini adalah momentum yang tepat untuk mengingatkan kembali betapa pentingnya pendidikan dan kebudayaan.
"Hari Pendidikan Nasional ini diperingati karena pendirinya lahir 2 Mei. Karena jasa beliau (Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara) yang merintis pendidikan di Indonesia. 'Ing ngarso sung tulodo ing madyo mangun karso tut wuri handayani'. Itu filosofi Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau Ki Hadjar Dewantara," katanya di Kediri, Jumat.
Ia mengatakan filosofi dari Ki Hadjar Dewantara yang artinya adalah di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, kemudian dari Tut Wuri Handayani yang artinya dari belakang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan.
Filosofi itu, kata dia, masih sangat relevan digunakan hingga sekarang ini. Guru juga bisa menjadi contoh bagi anak didiknya termasuk dalam belajar budaya.
Dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional ini, kata dia, menggunakan bahasa jawa serta pakaian adat. Hal itu dilakukan karena termasuk salah satu filosofi dari Ki Hadjar Dewantara adalah pendidikan berkebudayaan, yang intinya melestarikan budaya masing-masing.
Misalnya, di Jawa berbahasa Jawa, Batak berbahasa Batak, Kalimantan juga berbahasa Kalimantan.
"Intinya Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu juga. Itu adalah Pancasila dan Bahasa Indonesia," kata dia.
Pihaknya juga sengaja mengadakan peringatan Hari Pendidikan Nasional ini di Taman Siswa, Kota Kediri. Lokasi ini adalah cagar budaya dan merupakan tempat pendidikan pertama di Kota Kediri.
Taman Siswa Kota Kediri didirikan sejak 1911 dan merupakan sekolah dengan sejarah yang sangat penting bagi pendidikan di Indonesia. Saat sebelum kemerdekaan RI, tempat ini adalah tempat pergerakan, kemudian saat masa kemerdekaan juga sebagai lokasi mengucapkan Proklamasi di Kota dan Kabupaten Kediri.
Kemudian, sekolah ini juga mencetak banyak tokoh-tokoh penting yang dulunya lahir dari Kediri.
Ia menambahkan, Taman Siswa Kota Kediri hingga kini juga masih aktif. Ke depan rencana akan mendirikan SMK Kebudayaan, yang diharapkan bisa menjadi salah satu tonggak agar yayasan sekolah ini bisa bangkit lagi.
Sementara itu, dalam kegiatan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional digelar di halaman sekolah Taman Siswa dengan peserta mulai dari TK hingga SMP dan SMA. Para ibu guru juga ikut serta dalam kegiatan itu.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah anak-anak juga mengenakan pakaian adat. Sedangkan saat upacara berlangsung menggunakan Bahasa Jawa.
Selain upacara, Dewan Kebudayaan Daerah Kota Kediri juga mengadakan acara lainnya seperti mengenal ragam permainan tradisional, pameran seni, kegiatan literasi, pengenalan aksara kawi, membuat topeng dan beragam acara lainnya.
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026