Moskow (ANTARA/Itar-Tass-0ANA) - Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev menginstruksikan Departemen Perindustrian, Kementerian Luar Negeri dan United Aircraft Building Corporation untuk menyelidiki insiden jatuhnya Sukhoi Superjet-100 di Indonesia pada Rabu, 9 Mei.
Sementara itu, runtuhan pesawat angkut sipil Sukhoi Superjet-100 itu, Kamis, berhasil ditemukan, setelah sebelumnya dikabarkan hilang sejak lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu.
Berdasarkan instruksi perdana menteri itu, komisi akan dibentuk dan dipimpin oleh Wakil Menteri Industri dan Perdagangan Yuri Slyusar.
Pada 9 Mei, Sukhoi Superjet-100 melakukan penerbangan demonstrasi dalam pertunjukan udara di Indonesia. Penerbangan pertama tersebut adalah normal.
Menurut informasi dari Indonesia, komunikasi dengan jet itu hilang 20 menit setelah penerbangan.
Operasi penyelamatan sedang dilakukan di daerah Gunung Salak.
Operasi darat telah berlangsung sepanjang malam.
Kantor pusat telah dibentuk di Indonesia dan melibatkan perwakilan dari Kedutaan Rusia serta Perusahaan Pesawat Terbang Sipil Sukhoi.
Laporan-laporan mengenai penumpang pesawat jet tersebut ternyata berbeda-beda.
Menurut maskapai penerbangan lokal, sebanyak 50 orang yang naik pesawat, termasuk delapan warga Rusia, dua Italia, satu Prancis dan satu warga negara Amerika Serikat, dan 38 warga negara Indonesia.
Atase Pers Kedutaan Besar Rusia di Jakarta Dmitry Solodov mengatakan, sebanyak 44 orang berada di dalam pesawat itu.
Di antaranya adalah delapan warga Rusia dan 36 warga negara Indonesia.
"Warga negara asing adalah perwakilan dari perusahaan-perusahaan Indonesia dan media massa lokal," kata diplomat itu menambahkan.
Sukhoi Superjet-100 adalah pesawat antarwilayah berkapasitas 100 tempat duduk, yang dirancang oleh Perusahaan Pesawat Terbang Sipil Sukhoi dengan partisipasi dari Alenia Aermacchi.
Saat ini, Armavia dan Maskapai Penerbangan Rusia Aeroflot memiliki delapan pesawat Sukhoi Superjet-100.
Pada pertengahan April pesawat tersebut telah melakukan lebih dari 3.350 penerbangan komersial dengan sekitar 6.500 jam terbang.
Sampai saat ini terdapat sekitar 170 pesanan untuk Sukhoi Superjet-100.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.