Surabaya - Dua awak Kapal Layar Motor "Haslan 02" (bukan Hasrat 02 seperti diberitakan sebelumnya), yang tenggelam diterjang ombak tinggi pada 11 Maret berhasil ditemukan selamat dan dibawa ke Dermaga Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis. "Satu awak selaku koki kapal atas nama Kasrun (31) sudah dalam perawatan dan sedang istirahat karena masih syok. Sedangkan satunya selaku kapten sekaligus nakhoda atas nama Daryono (55) masih sedang perjalanan menuju pelabuhan dengan Tim SAR," ujar Kepala Syahbandar Kelas Utama Tanjung Perak, Chris P. Wanda. KLM "Haslan 02" tenggelam akibat terjangan ombak di 12 mil dari laut utara Tuban pada Minggu (11/3). Jumlah awak kapal tujuh orang, tapi sampai saat ini lima diantaranya belum diketahui keadaannya. Chris mengatakan, kapal milik CV. Ainul Hikmah itu tergolong baru karena hanya dua kali berlayar. Pertama, kapal memuat singkong dari Rembang menuju Makassar. Kedua, dari Makassar menuju Rembang. Namun saat kembali tanpa muatan itulah, kapal diterjang ombak dan tenggelam. "Kapal berangkat Jumat (9/3) dari Jeneponto, Makassar. Namun di tengah perjalanan sempat bocor meski sudah ditambal. Dua hari berselang kapal diterjang ombak dan penumpangnya menceburkan diri ke laut menggunakan dua rakit yang terbuat dari palet," katanya. Namun di salah satu rakit, hanya Kasrun yang dapat meraihnya dan satunya lagi diraih Daryono. Sedangkan lainnya gagal mencapai rakit karena tergulung ombak. Pertama kali ombak menghantam keras sisi haluan kiri. Kasrun selamat setelah ditemukan oleh kapal tunda "Winston" di Buoy 1 Perairan Karang Jamuang, dan Daryono berhasil diangkat oleh kapal kargo asing "Machine Vessel Rainbow Spring". Korban Kasrun saat ini sudah berada di Kantor Kesyahbandaran Tanjung Perak. Sedangkan Daryono masih dalam perjalanan setelah dievakuasi oleh TIM SAR dari kapal asing. Sementara itu, untuk identitas awak kapal yang belum ditemukan masing-masing Tamid, Syamsuri dan Surip sebagai juru mudi. Kemudian juru mesin Agil Fatoni dan pembantu juru mesin, Widyo. Kepala Tata Usaha dan Humas Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Marzuki, mengaku pihaknya saat ini masih melakukan koordinasi dengan petugas pelabuhan lainnya untuk fokus mencari korban yang belum ditemukan. "Semoga cuaca segera membaik dan korban hilang bisa ditemukan. Kami juga masih menunggu manajemen perusahaan kapal yang rencananya datang ke Surabaya untuk proses lebih lanjut," kata Marzuki. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026