PBB (ANTARA/AFP) - Para pejabat tinggi Amerika Serikat, Rusia, PBB dan Uni Eropa Senin akan bertemu untuk membahas upaya-upaya buntu dalam rangka mengakhiri konflik Israel-Palestina, kata PBB. Ini akan menjadi pertemuan tingkat pertama dalam enam bulan terakhir para diplomat Kuartet. Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon akan menghadiri pertemuan di kantor pusat PBB. Perwakilan urusan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton akan mengambil bagian melalui konferensi video, kata para diplomat. Hillary Clinton, Lavrov dan Ban kemudian akan bergabung dengan Dewan Keamanan PBB dalam perdebatan mengenai Arab Spring. Pembicaraan antara Israel dan Palestina telah dibekukan sejak September 2010 dan konflik puluhan tahun itu telah dibayangi oleh pemberontakan di tetangga Suriah. Kuartet berupaya untuk menghidupkan kembali perundingan itu tetapi sia-sia. Digeramkan oleh pembangunan pemukiman Israel di wilayah pendudukan, kepemimpinan Palestina telah meningkatkan upaya untuk membawa tuntutan mereka bagi satu negara merdeka dan mendapat sorotan internasional. Pada Sidang Umum PBB September lalu, Presiden Palestina Mahmud Abbas membuat permohonan kelas tinggi bagi keanggotaan penuh Palestina di badan global itu. Tetapi Amerika Serikat telah mengancam akan memveto rekomendasi apapun untuk keanggotaan yang dibuat oleh Dewan Keamanan PBB. Amerika Serikat dan Israel mengatakan, hanya perundingan langsung yang dapat menghasilkan kesepakatan yang akan mendirikan negara baru. Pada hari yang sama Abbas mengajukan tawaran di PBB, Kuartet Timur Tengan meluncurkan prakarsa baru untuk mendesak kedua pihak kembali ke perundingan, menetapkan jadwal Palestina dan Israel untuk membuat proposal mengenai perbatasan dan keamanan bagi negara baru Palestina. Kontak awal di Yordania pada Januari gagal mendapatkan kesepakatan baru perundingan langsung. Namun orang-orang Palestina sudah mendapat keanggotaan di UNESCO dan mengatakan bahwa mereka bisa mencari tempat di badan-badan internasional lainnya. Tetapi langkah-langkah lain untuk meningkatkan pengakuan internasional dan menarik perhatian mengenai konflik telah gagal. Menggunakan kekuatan sebagai anggota tetap Dewan Keamanan, Amerika Amerika tahun lalu memveto sebuah resolusi yang mengutuk permukiman Israel yang dianggap PBB dan semua negara besar sebagai ilegal. Warga Palestina bulan lalu mengundang Dewan Keamanan untuk mengunjungi wilayah Palestina. Ini telah menyebabkan Amerika Serikat resistensi terhadap gagasan itu. Banyak pengamat mengatakan tidak ada prospek untuk terobosan sampai setelah pemilihan presiden Amerika SAerikat pada November. Kuartet mengadakan pertemuan tingkat tingginya terakhir di Majelis Umum PBB pada September lalu.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026