Dubai (ANTARA/AFP) - Novak Djokovic membutuhkan faktor keberuntungan ketika melawan teman dekatnya Janko Tipsarevic, Kamis, sebelum maju ke semifinal turnamen tenis Dubai Terbuka melawan Andy Murray.
Penyandang gelar tiga turnamen Grand Slam itu mengalahkan unggulan ketujuh Tipsarevic 6-1, 7-6 (8/6), namun terhindar dari kecolongan angka setelah kedudukan 5-6 "tie-breaker" dan kesalahan lawannya membuat ia akhirnya unggulan atas temannya sesama bintang Piala Davis Serbia itu.
Ini membuka kemungkinan Djokovic Jumat bertemu dalam laga klasik lainnya melawan Murray, seperti yang pernah mereka lakukan, yaitu bermain lima jam secara sensasional pada semifinal Australia Terbuka.
Murray maju ke semifinal setelah menang 6-3, 7-5 atas Tomas Berdych.
Pertandingan semifinal lainnya Jumat akan mempertemukan juara Dubai Roger Federer, yang menang atas 6-3, 6-4 atas Mikhail Youzhny peringkat 12 dari Rusia, lawan Juan Martin del Potro yang dalam kondisi prima.
Petenis besar dari Argentina itu mengalahkan unggulan keempat dari Prancis Jo-Wilfried Tsonga 7-6 (7/1), 6-2.
Djokovic kelihatan menikmati kemenangannya lawan Tipsarevic, teman yang pernah "berlatih jutaan kali dengan dia."
Ia memukul dengan kuat dan bergerak di lapangan dengan lincah dan memenangi set pertama hanya dalam waktu 27 menit.
Tapi ia mendapat tekanan pada set berikutnya setelah gagal mendapatkan "break point" pada kedudukan 30-40 game kelima dan ketujuh set kedua.
Tipsarevic lebih banyak memenangi bola reli mendatar dan panjang dan mendapat dukungan hebat dari penonton, apalagi bila ia sedang menekan lawannya.
Djokovic mulai menemukan bentuk permainannya ketika ia kecolongan 0-3 dan 1-4 "tie-break" untuk melakukan angka penentu pada akhir permainan.
Ketika ditanya kesannya kembali bertemu dengan Murray, Djokovic mengatakan, "Usia kami sama dan pertama kali kami bertemu di lapangan ketika kami berusia 11 tahun. Jadi kami berharap akan memperagakan permainan menarik di lapangan."
Murray menang dua set langsung melawan Berdych, unggulan kelima dari Ceko yang memukul bola dengan keras, lawan yang pernah mengalahkannya tiga kali pada pertemuan sebelumnya.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.