Washington - Amerika Serikat menyatakan pada Jumat pihaknya mencabut "sebagian besar" sanksi negara itu atas Libya untuk mengakui transisi politik di negara itu tetapi tetap membekukan aset mantan orang kuat Muamar Gaddafi. Dewan Keamanan PBB juga melakukan langkah serupa sementara dunia berupaya membantu pemerintah baru di Libya. "Hari ini setelah konsultasi hati-hati dengan pemerintah baru Libya, Amerika Serikat mencabut sebagian besar sanksi atas Pemerintah Libya sesuai dengan komitmen kepada rakyat Libya," kata Gedung Putih dalam satu pernyataan. Langkah mencairkan seluruh aset pemerintah dan bank sentral Libya itu berada dalam jurisdiksi AS tetapi tetap membekukan aset Gaddafi dan keluarganya. "Langkah-langkah ini bersama dengan aksi yang hari ini diambil oleh Dewan Keamanan PBB akan mengizinkan pemerintah Libya mengakses sebagian besar asetnya di seluruh dunia," kata Gedung Putih. Pemerintah Obama mengatakan pihaknya juga menyediakan bantuan teknis yang dibutuhkan Libia untuk membebaskan aset yang ada secepat mungkin. Dewan Keamanan PBB juga mencabut sanksi atas bank sentral Libya dan salah satu bank investasi asing di negara itu dalam usaha memenuhi kebutuhan dana tunai. Pemerintahan sementara Libya meningkatkan seruan-seruan dalam beberapa pekan terakhir agar melepaskan dana sekitar 150 miliar dolar yang dibekukan di luar negeri untuk membayar gaji dan supaya layanan tetap berjalan. Dalam sepucuk surat kepada Dewan Keamanan PBB, Ketua Dewan Transisi Nasional Mustafa Abdel Jalil mengatakan pencairan dana itu "sangat penting supaya ekonomi Libia stabil." Permintaan resmi untuk pencabutan sanksi dibuat satu pekan lalu dan tak ada keberatan dari 15 anggota dewan itu yang memungkinkan sanksi dicabut pada Jumat. (Uu.M016/B/C003)


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026