Nusa Dua - Pelaku industri pariwisata di Provinsi Bali menyambut positif rencana pemberlakuan visa bersama di negara-negara kawasan Asia Tenggara.
"Pemberlakuan visa itu akan memberikan keuntungan bagi para pelaku industri pariwisata," kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia, Ngurah Wijaya, di Nusa Dua, Kamis.
Dia menjelaskan bahwa pemberlakuan dokumen yang dikeluarkan oleh sebuah negara itu akan memudahkan wisatawan memasuki beberapa negara di kawasan Asia Tenggara.
"Namun pemberlakuan visa tersebut akan sedikit mengoreksi pertumbuhan VOA (visa on arrival)," katanya.
Menurut dia, rencana pemberlakuan visa bersama akan menguntungkan pelaku industri pariwisata di Indonesia, terutama yang ada di Pulau Dewata.
Kebijakan tersebut juga sangat tepat karena pada tahun 2010 Pemerintah Provinsi Bali menargetkan kunjungan wisata sebanyak 2,7 juta wisatawan mancanegara, sedangkan target pemerintah pusat 6,7 juta wisatawan mancanegara.
Oleh sebab itu, dia mengajak pelaku industri pariwisata mendukung kebijakan tersebut, terlebih saat ini sudah banyak akses transportasi udara yang menghubungkan secara langsung kota-kota besar di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.
"Sudah ada 17 pintu masuk utama lewat jalur udara yang terhubung langsung dengan berbagai kota besar di ASEAN," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali, Perry Markus, mengatakan tertekannya angka pendapatan VOA di Bali dapat disiasati dengan menarik minat wisatawan melalui peningkatan fasilitas. "Kami akan memaksimalkan itu," ujarnya.
Pemberlakuan visa bersama, tambah dia, akan menggenjot sektor industri kreatif yang masih berpotensi berkembang menunjang sektor pariwisata.
Badan Pusat Statistik mencatat nilai ekspor barang hasil industri kreatif asal Provinsi Bali yang dikirim lewat beberapa pelabuhan di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 51,94 juta dolar AS atau naik sebesar 8,85 persen jika dibandingkan dengan Juli 2011.
Pemberlakuan visa bersama itu menjadi salah satu pembahasan dalam KTT ASEAN di Nusa Dua, pada 17-19 November 2011.(*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.