Pamekasan - Jembatan penghubung antardesa, yakni Desa Pademawu Barat dan Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Madura, Rabu, ambruk akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu dalam dua hari terakhir.
Jembatan ambruk yang terletak di Dusun Malangan ini merupakan satu-satunya jembatan penghubung antara kedua desa itu, akibat kondisi jembatan sudah rapuh.
"Kejadiannya sekitar pukul 06.00 WIB tadi pagi sebelum anak-anak berangkat ke sekolah," kata warga setempat, Baihaki.
Akibatnya warga yang hendak menyeberang di jembatan itu terpaksa harus memutar dalam jarak sekitar tiga kilometer.
"Semua anak-anak SD yang mau sekolah ke Pademawu Timur tadi pagi terlambat, karena harus memutar dulu. Jembatan ini kan digunakan anak-anak sekolah melintas di sini," kata Baihaki.
Jembatan sepanjang tiga meter di Dusun Malangan, Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu yang ambruk Rabu pagi selama ini memang luput dari perhatian aparat desa di wilayah itu.
Meski ada bantuan perbaikan infrastruktur melalui program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM), akan tetapi usulan perbaikan jembatan itu oleh masyarakat sekitar lokasi selalu ditolak dengan alasan karena kurang prioritas.
"Padahal ada dua lembaga pendidikan disana, yang semua siswanya harus melintas di jembatan untuk segera sampai ke sekolah. Yakni SDN Pademawu Timur IV dan MI Mathaliul-Ulum," kata Baihak.
Warga sendiri telah melaporkan peristiwa jembatan ambruk penghubung dua desa itu ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab melalui aparat desa dan Camat Pademawu.
Sementara sebagai langkah teknis, warga sementara membuat rakit sebagai alat penyeberangan, khusus untuk para pelajar yang hendak sekolah.
"Kalau para orang tua kan biasa memutar untuk sementara waktu. Yang kami pikirkan anak-anak yang hendak sekolah ini," kata Baihaki menjelaskan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Totok Suhartono berjanji akan segera menerjunkan tim guna meninjau secara langsung lokasi jembatan ambruk penghubung dua desa di wilayah Kecamatan Pademawu tersebut.
"Kalau fasilitas yang berkaitan dengan pendidikan seperti itu jelas akan kami perhatikan. Dalam waktu dekat pasti kami perbaiki," katanya. (*)
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.