Jadilah pemilih yang cerdas, yakni memilih berdasarkan visi dan misi, rekam jejak dari pasangan yang ada
Surabaya (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya menggencarkan langkah sosialisasi dengan menyasar segmen pemilih pemula di wilayah setempat terkait agenda pemilu yang digelar pada tahun 2024.

Anggota KPU Kota Surabaya Subairi mengatakan sosialisasi tersebut untuk memberikan pemahaman terkait pentingnya suara para pemilih pemula terhadap untuk menciptakan sistem pemerintahan lima tahun ke depan.

"Sudah dilakukan, kemarin bersama siswa SMK. Ke depannya insya Allah ada lagi," kata Subairi kepada ANTARA melalui aplikasi pesan singkat, Minggu.

Mengingat segmen yang disasar adalah pemilih pemula atau para pelajar, maka materi soal sosialisasi lebih mengedepankan aspek pendidikan seputar kepemiluan.

"Kemudian partisipasi masyarakat, ajakan memilih dengan datang ke tempat pemungutan suara (TPS), pada Rabu, 14 Februari 2024," lanjutnya.

Di samping itu, melalui sosialisasi tersebut KPU Kota Surabaya juga ingin menanamkan kewaspadaan kepada para pemilih pemula agar tidak mudah menerima hoaks yang bertebaran di sosial media.

Karena kata dia, langkah itu perlu dilakukan agar para pemilih pemula bisa meningkatkan daya kritis pemikirannya dalam menyikapi maupun menentukan sosok pasangan yang dipilihnya.

"Jadilah pemilih yang cerdas, yakni memilih berdasarkan visi dan misi, rekam jejak dari pasangan yang ada," kata dia.

Baca juga: KPU Surabaya sosialisasi kepada pemilih pemula Pemilu 2024

Sementara, daftar pemilu tetap (DPT) di Kota Surabaya untuk Pemilu 2024 mencapai 2.218.586 orang, rinciannya 1.142.452 atau 51,5 persen pemilih berusia di atas 40 tahun, 436.654 atau 19,7 persen pemilih berusia 31-40 tahun, dan 639.480 atau 28,8 persen pemilih berusia 17-30 tahun.

Jika diklasifikasikan menurut generasi, maka kelompok milenial memiliki jumlah dominan dengan 717.345 pemilih atau sebesar 32,3 persen.

Kemudian, di posisi kedua ditempat kelompok generasi x (Gen X) dengan jumlah 657.725 pemilih atau 29,6 persen, generasi z (Gen Z) dengan jumlah 466.103 pemilih atau 21 persen.

Selanjutnya kategori baby boomer dengan jumlah 337.885 pemilih atau 15,2 persen dan pre boomer dengan jumlah 39.528 pemilih atau 1,8 persen.

Pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan pada 19 Oktober 2023 sampai dengan 25 November 2023.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu) pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

Saat ini ada 575 kursi di parlemen sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI. Bisa juga pasangan calon diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara.(*)

Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2026