Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri merancang aplikasi dashboard berbasis website yang akan digunakan memonitor penanganan stunting di wilayah setempat.
Sekda Kota Kediri Bagus Alit mengemukakan bahwa aplikasi dashboard penanganan stunting memantau mulai dari hulu sampai hilir adalah keputusan bersama, antara OPD, Sekda dan Wali Kota Kediri.
"Dalam melakukan penangan stunting, apa yang kami lakukan dan kerjakan perlu untuk dimonitor. Untuk bisa memonitor perlu adanya data dari masing-masing dinas terkait, yang nantinya akan disatukan dalam aplikasi yang dibangun oleh Diskominfo," katanya di Kediri, Sabtu.
Ia menambahkan dalam merancang dan membuat aplikasi ini, memerlukan data-data yang detail dan selalu terbaru dari masing-masing dinas terkait, baik dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial atau Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri.
"Untuk bisa mewujudkan aplikasi ini, kami tidak bisa lagi bekerja secara individual. Setiap OPD harus memberikan data yang sebenar-sebenarnya, mendetail dan cepat agar aplikasi ini dapat segera dibangun oleh Diskominfo dan bisa segera digunakan pemangku jabatan yaitu Wali Kota Kediri dalam membuat kebijakan," kata dia.
Ia berharap seluruh OPD dapat berkolaborasi dan bekerja sama dengan baik agar aplikasi dashboard yang dirancang tersebut dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan Pemkot Kediri, Pemprov Jatim, dan pemerintah pusat.
"Saya akan mengawal perancangan dan pembuatan aplikasi ini sampai selesai. Saya berharap pengumpulan data bisa terselesaikan dengan cepat dan Diskominfo bisa segera menyediakan aplikasi yang bisa menampilkan data-data dashboard untuk intervensi spesifik maupun sensitif yang tersaji secara real time," kata dia.
Kepala Diskominfo Kota Kediri Apip Permana mengatakan aplikasi dashboard yang sedang dirancang Diskominfo Kota Kediri ini disesuaikan dengan kebutuhan indikator Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (Ran-Pasti) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat guna memonitor penanganan stunting di setiap daerah.
Ia menambahkan terdapat 20 indikator yang telah ditentukan. Sebanyak sembilan indikator dari intervensi spesifik atau penyebab langsung dan 11 indikator intervensi sensitif atau penyebab tidak langsung.
"Data dari semua indikator tersebut kami kumpulkan dari Dinkes, Dinsos dan DP3AP2KB Kota Kediri. Dengan rapat koordinasi, kami berharap OPD terkait dapat segera memberikan data yang kami butuhkan dengan tepat, cepat dan real time," tutur Apip.
Ia juga mengatakan bahwa dengan aplikasi ini, nantinya Wali Kota Kediri dapat membuat kebijakan-kebijakan terkait penanganan stunting di kota ini dengan data terpadu yang terdapat pada satu portal, yaitu aplikasi dashboard.
"Saat ini untuk mendapatkan data dari 20 indikator RAN-PASTI dan membuat kebijakan. Wali Kota Kediri harus melihat dari berbagai aplikasi baik itu aplikasi dari pemprov atau pemerintah pusat. Setelah adanya aplikasi ini, nantinya akan semakin memudahkan Wali Kota Kediri dalam memantau dan membuat kebijakan terkait penanganan stunting di kota ini," ujar dia.
Di Kota Kediri, jumlah balita stunting mengalami penurunan. Pada 2022 ada 941 balita dan pada 2023 turun menjadi 778 balita.
