Beograd (ANTARA/AFP) - Gerakan Non-Blok (GNB) Selasa menegaskan dukungan bagi upaya Palestina untuk menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa pada pertemuan tingkat menteri di Beograd, kata Menteri Luar Negeri Mesir Mohammed Kamel Amr. "Kami akan terus mendukung upaya Palestina dalam Sidang Majelis Umum ke-66 untuk pengakuan bagi Negara Palestina berdasarkan perbatasan 4 Juni 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, dan untuk upaya Palestina sebagai anggota penuh PBB," kata Kamel Amr dalam konferensi pers di akhir pertemuan dua hari itu. Menteri Mesir, yang memimpin pertemuan Beograd itu, mengingatkan bahwa kebanyakan anggota GNB sudah mengakui negara Palestina. Namun ia tidak bisa mengkonfirmasi bahwa semua 118 negara anggota GNB akan memilih mendukung tawaran Palestina untuk keanggotaannya di PBB ketika Majelis Umum PBB bertemu pada akhir bulan ini. Perundingan langsung antara Israel dan Palestina terhenti tak lama setelah diluncurkan kembali di Washington pada September lalu karena masalah pembangunan permukiman. Karena kebuntuan dalam proses perdamaian, Otoritas Palestina meluncurkan sebuah prakarsa untuk memiliki negara Palestina yang diakui dengan perbatasan yang ada sebelum Perang Enam Hari 1967. Pemimpin Palestina Mahmud Abbas akan menyampaikan tawaran untuk menjadi anggota penuh PBB itu pada 20 September di hadapan Majelis Umum meskipun mendapat penentangan dari Amerika Serikat dan Israel. GNB di Beograd bertemu untuk memperingati 50 tahun pertemuan puncak pertama negara-negara itu yang diadakan di kota yang sama pada tahun 1961. Para pendiri gerakan ini adalah pemimpin Yugoslavia Josip Broz Tito, Perdana Menteri India pertama Jawaharlal Nehru, Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser, presiden pertama Ghana Kwame Nkrumah dan Presiden Indonesia pertama Soekarno. GNB didirikan sebagai alternatif bipolar Perang Dingin dunia di mana negara-negara berkembang berusaha untuk menjaga program yang netral di antara blok kapitalis Barat dan blok komunis Timur. Saat ini GNB memiliki 118 negara anggota, sebagian besar dari dunia berkembang. Pertemuan tingkat menteri dua hari yang dibuka Senin terutama untuk menggelar upacara dan tidak akan berurusan secara mendalam dengan apa yang disebut Musim Semi Arab, gejolak yang terjadi di negara-negara Arab yang telah menggulingkan atau mengguncang rezim-rezim lama GNB seperti Mesir, Tunisia, Suriah, dan Libya.
Berita Terkait
Wamenlu: Gerakan Non-Blok redup, kurang mendukung Palestina merdeka
16 Oktober 2025 12:56
Prabowo tegaskan RI tetap jadi negara non blok
15 Agustus 2025 16:34
Menlu: Indonesia akan selalu jadi negara non-blok
24 Juli 2025 12:24
Kadin: Posisi non-blok Indonesia ideal di tengah perang dagang AS-China
18 April 2025 10:53
Prabowo sampaikan hubungan baik RI dengan blok ekonomi ke PM Jepang
11 Januari 2025 14:07
Prabowo tekankan pada pengusaha Jepang bahwa RI ingin bersahabat semua
6 Desember 2024 14:41
KTT Gerakan Non-Blok hasilkan sebuah deklarasi bersama
5 Mei 2020 03:38
BPJS Tuban Optimistis Perangkat Desa Ikut Asuransi
21 Oktober 2016 20:17
