Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri memberikan edukasi mengenai literasi digital untuk lembaga nonformal setempat, dengan harapan kemampuan mereka semakin meningkat.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Anang Kurniawan mengemukakan, edukasi literasi digital untuk lembaga nonformal sangat penting.
Di era sekarang ini, teknologi digital bisa dimanfaatkan untuk memperluas akses informasi dan pemasaran bagi lembaga nonformal.
"Kami hadirkan pengelola pendidikan nonformal agar mereka melek IT, meningkatkan kemampuan mereka terkait pemasaran secara digital. Selanjutnya mereka bisa menunjukkan profil atau pun jasa untuk ditawarkan ke masyarakat secara daring," katanya di Kediri, Senin.
Anang mengatakan pelatihan bagi lembaga pendidikan nonformal ini sengaja digelar Dinas Pendidikan Kota Kediri. Untuk edukasi 2023 ini, pemilihan tema literasi digital selaras dengan situasi saat ini yang serba digital.
"Kalau tidak melek digital dan mengetahui kesempatan yang bagus, kita akan ketinggalan dengan lembaga yang lain. Untuk itu para peserta kami berikan pelatihan tentang pemasaran daring terkait strategi dan perencanaan pemasaran yang efektif," kata Anang.
Dalam kegiatan yang digelar di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Kota Kediri ini, turut serta menggandeng praktisi IT. Pelatihan ini diisi dengan materi pembuatan akun, mengisi konten dan membuat produk yang menarik serta menawarkan produk melalui media sosial.
Selain menjadi konten kreator, peserta diarahkan untuk membuat platform digital di marketplace yang diakui pemerintah melalui pelatihan dari Bagian Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Kota Kediri.
"Lembaga pendidikan nonformal identik dengan kursus atau jasa pendidikan yang lain. Untuk itu mereka juga kami arahkan untuk bisa membuka pasar daring dan membuat e-katalog resmi yang sesuai rekomendasi pemerintah pusat dan daerah. Jadi dari sisi penyelenggaraan mereka dapat pelatihan dari bagian pengadaan barang/jasa dan dari sisi kreativitas konten mereka mendapatkan pelatihan dari praktisi IT," ucapnya.
Pelatihan tersebut diikuti sejumlah lembaga kursus dan lembaga pelatihan nonformal yang ada di Kota Kediri di antaranya lembaga kursus pelatihan (LKP), pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), taman bacaan masyarakat (TBM), sanggar kegiatan belajar (SKB), forum HIPKI, Forum PKBM dan forum TBM.
Anang berharap melalui pelatihan tersebut lembaga pendidikan nonformal bisa meningkatkan kompetensi serta menjadi mitra pendidikan formal.
Sementara itu, Riska Nur Mujadidah peserta dari salah satu Lembaga PKBM di Kota Kediri mendukung kegiatan tersebut sebagai upaya memajukan lembaga pendidikan nonformal melalui promosi daring.
Dirinya mengatakan, belum semua kegiatan di lembaganya masuk dunia marketplace.
"Tentunya kami berharap setelah mengikuti pelatihan, kami bisa berkontribusi memajukan lembaga dengan memperkenalkan visi misi lembaga ke masyarakat luas secara daring," kata Riska.
