Benghazi, Libya (ANTARA/AFP) - Serangan pasukan yang setia pada orang kuat Libya Muammar Gaddafi menewaskan 11 orang dan mencederai puluhan lainnya di sekitar Misrata daerah pemberontak yang terkepung, Selasa, kata pemberontak.
"Sebelas orang tewas dan 57 lainnya cedera, hampir semunya adalah warga sipil," kata satu sumber pemberontak kepada AFP melalui telepon dari Misrata, 200km timur Tripoli.
Serangan-serangan itu merupakan satu peristiwa berdarah bagi satu kota yang ditembaki terus menerus sejak Maret.
Kendatipun pasukan pemberontak dan NATO membom untuk menghalau pasukan Gaddafi dari Misrata, sekutu gagal mendesak pasukan Libya di luar jangkauan serangan ke kota itu.
Ketika peluru-peluru menghantam dari udara, pertempuran di darat tersu berlangsung. Sumber-sumber mengatakan lima anggota pemberontak tewas dalam pertempuran di jalan masuk barat ke kota itu Selasa.
Di Teluk Sirte, di garis depan timur, seorang wakil pemberontak mengatakan sembilan tentara Gaddafi ditangkap antara Ajdabiya dan Brega.
Kendatipun kegiatan di sana adalah tanda-tanda serangan anti-Gaddafi ke arah Tripoli, yang menurut seorang kolonel pemberontak diperkirakan akan dilakukan Senin.
Menteri Pertahanan Prancis Gerard Longuet mengingatkan bagi peluang-peluang pemberontak mengalahkan pasukan Gaddafi dan bergerak maju ke ibu kota Tripoli.
Mereka memiliki"kemampuan yang meningkat untuk mengorganisasikan polisi dan militer" tetapi "sekarang tidak berada dalam satu sistem yang stabil dan terpusat," katanya.
Tetapi, ia menambahkan, pemberontak tidak lagi membutuhkan pengiriman senjata Prancis yang kontroversial.
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.