Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo di Gresik, Kamis mengaku, mendukung program pengembangan itu karena dilaksanakan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
"Ada tiga indikator yang harus dimiliki rumah sakit agar menjadi tujuan masyarakat, yaitu cepat dalam pelayanan, fasilitas lengkap sesuai dengan kelas rumah sakit atau klinik yang ada, serta nyaman. Tiga indikator ini telah menjadi perhatian PGM,” ujar Dwi, dalam siaran persnya.
Baca juga: Petrokimia Gresik bagi-bagi kacamata gratis kepada 130 guru
Direktur Utama PGM dr. Retno Hartini mengatakan keberadaan Klinik Fertilitas menjadi yang pertama dan satu-satunya di Gresik, dan layanan ini dihadirkan karena kasus infertilitas di Gresik yang cukup tinggi.
"Anak merupakan dambaan, tapi gangguan kesuburan bagi pasangan usia produktif di Gresik yang merupakan Kota Industri saat ini cukup banyak,” ujar Retno, menjelaskan.
Data statistik di Indonesia menyebutkan kasus infertilitas di tiap kabupaten mencapai 20 persen dari pasangan usia produktif, kemudian diperkuat dalam satu tahun terakhir di Poli Kandungan RSPG telah menerima kunjungan pasien gangguan kesuburan pasangan usia produktif rata-rata 40 per bulan.
"Angka ini cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dan kasus infertilitas, memerlukan penanganan lanjutan melalui rujukan ke rumah sakit lain di Surabaya. Hal ini, menjadi kendala, sebab pasien usia produktif banyak menghabiskan waktu di tempat kerja," katanya.
Oleh karena itu, hadirnya Klinik Fertilitas RSPG ini akan memudahkan pasien, sehingga tidak perlu berulang kali ke rumah sakit di kota lain.
Sementara terkait pengembangan Unit Medical Check Up Terpadu, kata Retno, merupakan pengembangan dari layanan medical check up yang sebelumnya sudah ada, namun masih terdapat beberapa kekurangan.
Misalnya ruang tunggu yang kurang luas, serta pemeriksaan yang masih perlu berpindah dari satu ruang ke ruangan lainnya bahkan bisa bercampur dengan pasien dari unit layanan lain.
"Pengembangan medical check up ini sangatlah penting mengingat kesehatan kerja karyawan akan berpengaruh langsung kepada produktivitas kerja. Kami telah menjalin sejumlah kerja sama penanganan kesehatan kerja termasuk medical check up karyawan kepada jaringan RSPG Grup selama ini," katanya.
Retno mengatakan, saat ini PGM juga sedang memulai proyek pengembangan gedung rawat inap di RSPG Driyorejo, hal ini karena ruang layanan yang ada di RSPG Driyorejo telah melampaui kapasitas, baik di rawat inap maupun rawat jalan.
Dengan pengembangan gedung rawat inap ini, RSPG Driyorejo akan menambah kapasitas tempat tidur pasien dari 64 menjadi 111. Serta menambah ruang/poli spesialis dari 7 ruang menjadi 11 ruang, yaitu penambahan layanan Medical Check Up, Spesialis Urologi dan pengembangan layanan Spesialis Jantung dan Anak.
"Kami berharap dengan pengembangan gedung rawat inap ini menjadikan RSPG Driyorejo semakin memberikan kenyamanan dan kepuasan bagi masyarakat khususnya di wilayah Gresik Selatan dalam penanganan layanan kesehatan," katanya.
Pewarta: A Malik IbrahimEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.