RSUD Soetomo syukuran keberhasilan pemisahan kembar siam Aqila-Azila

id Rsud dr soetomo, kembar siam, syukuran kembar siam, aqila dan azila

RSUD Soetomo syukuran keberhasilan pemisahan kembar siam Aqila-Azila

Dirut RSUD Dr Soetomo Dr Joni Wahyuhadi (tengah) saat syukuran keberhasilan operasi pemisahan kembar siam Aqila dan Azila di Surabaya, Jumat (20/9/2019). (ANTARA Jatim/Willy Irawan)

Kondisi Aqila dan Azila kelihatan aktif dan lincah seperti bayi normal pada umumnya
Surabaya (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya, Jumat, menggelar syukuran atas keberhasilan operasi pemisahanan bayi kembar siam dempet dada dan perut (thoracobdomino) asal Kendari, Sulewesi Tenggara, Aqila dan Azila.

Ketua Tim Penanganan Kembar Siam RSUD Dr Soetomo dr Agus Hariyanto mengatakan pascaoperasi pemisahan, kondisi Aqila dan Azila semakin sehat dan menunjukkan perkembangan positif.

"Kondisi Aqila dan Azila kelihatan aktif dan lincah seperti bayi normal pada umumnya. Aqila nampak aktif seperti kita lihat sekarang di pangkuan ibunya, dan Aqila yang paling kuat," kata Agus.

Baca juga: Kembar siam Aqila-Azila berhasil dipisahkan setelah lima jam operasi
Baca juga: Kembar siam Aqila dan Azila akhirnya "berpisah"


Meski sudah menunjukkan perkembangan positif, Aqila dan Azila baru bisa dipulangkan bulan Oktober mendatang. Keduanya akan mendapatkan perawatan seumur hidup meski sudah tidak dirawat di RSUD Dr Soetomo.

"Kita tunggu penjemputan dari kendari, kemungkinan Oktober mereka bisa pulang. Mereka juga saat dijemput selalu dikontrol, saat di Kendari sana kontrol juga,” Ujar Agus.
Tim medis menyelimuti Aqila dan Azila, kembar siam asal Kendari, Sulawesi Tenggara di Instalansi Rawat Inap (Irna) anak RSUD Dr Soetomo Surabaya, Jawa Timur, Rabu (14/8/2019). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc.

Sementara itu, Silvina, ibu dari Aqila dan Azila, tidak henti-henti mengucap rasa syukur sebagai ungkapan kebahagiaan tas berpisahnya kedua putri kembar mereka dengan selamat.

Silvina mengungkapkan kondisi kedua anaknya yang sangat stabil dan lincah seperti bayi normal lainnya.

Aqila yang super aktif dan mulai belajar berjalan serta tengkurap. Sedangkan Azila yang belum diperbolehkan tengkurap karena terpasangnya plat dada yang berfungsi untuk menggantikan tulang dada pada tubuhnya.

"Azila kalau makan belum bisa, masih bertahap. Jadi mulai minum susu karena otot perutnya belum berfungsi dengan normal. Azila disuruh dokter juga belum boleh tengkurap, takutnya plat dada lepasnya, sedangkan Aqila sudah bisa makan bubur sari dan lebih banyak makannya," kata dia.

Ia juga mengungkapkan rasa haru melihat anaknya seperti anak normal pada umumnya. "Saya akan mulai lembaran baru, pingin merawat anak normal, gimana cara merawatnya, suka dan dukanya," katanya.
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar