RSUD Dr Soetomo berencana bentuk yayasan khusus kembar siam

id Rsud dr soetomo, yayasan kembar siam, joni wahyuhadi, surabaya, kembar siam

RSUD Dr Soetomo berencana bentuk yayasan khusus kembar siam

Dirut RSUD Dr Soetomo Dr Joni Wahyuhadi saat syukuran keberhasilan operasi pemisahan Aqila dan Azila di Surabaya, Jumat (20/9/2019). (Willy Irawan)

Saya sudah izin ke gubernur. Saya izin ke bu Menkes sudah ok, saya juga izin ke pak dirjen malah beliau menyarankan itu
Surabaya (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya berencana membentuk yayasan khusus bayi kembar siam untuk mempermudah pemberian penanganan hingga jangka panjang terhadap kasus itu.

Direktur Utama RSUD Dr Soetomo, Dr Joni Wahyuhadi usai syukuran keberhasilan penanganan kembar siam asal Kendari, Sulawesi Tenggara, Azila-Aqila di Surabaya, Jumat mengatakan sudah saatnya Indonesia memiliki yayasan khusus untuk penanganan bayi kembar siam yang butuh terapi sepanjang hidup.

"Kami terus mengawasi mereka, sehingga diperlukan edukasi, pembiayaan, dan evaluasi yang panjang. Kalau ada yayasan, maka akan mengambil bagian dari penanganan itu," kata Joni.

Joni mengatakan dirinya telah meminta izin ke Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hingga Menteri Kesehatan terkait rencana pendirian yayasan ini.

"Selama ini Soetomo bisanya parsial, hanya bisa operasi dan merawat masa akut. Apa mungkin perawatan di RSUD dr Soetomo terus. Indonesia luas, Yayasan itu nanti mencakup seluruh Indonesia," ujarnya.

"Saya sudah izin ke gubernur. Saya izin ke bu Menkes sudah ok, saya juga izin ke pak dirjen malah beliau menyarankan itu," katanya, menambahkan.

Selain itu, selama ini Indonesia telah memiliki beberapa yayasan yang bergerak di bidang kemanusiaan seperti yayasan pertolongan bibir sumbing, kelainan syaraf dan banyak lagi.

Dengan adanya yayasan kembar siam, lanjut Joni, pembiayaan bisa langsung ditanggung oleh pemerintah.

"Tugas kami nanti menghitungkan perinciannya biar ditanggung oleh Pemerintah melalui BPJS," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar