Ratusan calon haji Situbondo diberangkatkan ke Embarkasi Surabaya

id Jamaah calon haji Situbondo diberangkatkan, haji 2019, calon haji situbondo,calon haji asal kabupaten Situbondo,calon haji Kabupaten Situbondo,calon haji Situbondo diberangkatkan

Ratusan calon haji Situbondo diberangkatkan ke Embarkasi Surabaya

Jamaah calon haji Situbondo bersiao berangkat ke Embarkasi Surabaya dari halaman belakang Kantor Pemkab Situbondo. Jumat (19/7/19) (ANTARA Jatim/ Novi H)

Situbondo (ANTARA) - Sebanyak 656 calon haji asal Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Jumat (19/7)  malam diberangkatkan ke Embarkasi Surabaya dengan menggunakan 17 unit bus dan diperkirakan tiba di Asrama Haji Sukolilo pada Sabtu pagi.

Pemberangkatan calon haji asal Kabupaten Situbondo dibagi menjadi tiga titik, yakni bagi calon haji di wilayah timur berkumpul di kawasan Pondok Pesantren Salafiyah Sukorejo, Kecamatan Banyuputih, sebanyak enam bus.

Di wilayah tengah (perkotaan), pemberangkatan calon haji dilaksanakan di halaman belakang Kantor Pemerintah Kabupaten Situbondo, sebanyak delapan bus, dan di wilayah barat yakni di Kecamatan Besuki sebanyak tiga bus.

"Pemerintah daerah memberikan bantuan fasilitas bus gratis berikut akomodasinya bagi jamaah calon haji pulang pergi," kata Bupati Situbondo Dadang Wigiarto usai secara simbolis memberangkatkan calon haji itu dari Kantor Pemkab Situbondo.

Bupati Dadang berpesan agar para calon haji tetap menjaga kesehatan selama perjalanan menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah.

"Semoga para calon haji ini tetap sehat dan selamat sampai di Tanah Suci serta yang terpenting lancar melaksanakan ibadah haji dan hajinya diterima," katanya.

Data Kementerian Agama Kabupaten Situbondo mencatat dari 656 orang calon haji sekitar 300 orang di antaranya memiliki risiko tinggi terganggu kesehatannya (rentan sakit). 300 calhaj berisiko tinggi terganggu kesehatannya sebagian besar karena faktor usia, bukan dominan karena penyakit.

Kendati hampir 50 persen calon haji asal Kabupaten Situbondo berisiko tinggi, petugas kesehatan telah mencatat riwayat penyakit masing-masing calon haji ke dalam buku catatan yang dibawanya.

Dengan demikian, petugas kesehatan di Tanah Suci lebih siap dan memudahkan tim medis mengantisipasi obat-obatan apa saja yang perlu dipersiapkan jika sewaktu-waktu ada calon haji yang sakit.

Para calon haji akan didampingi oleh Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) dan Tim Pemandu Ibadah Haji (TPIH) serta Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).

Setiap kelompok terbang akan didampingi satu petugas TPHI dan satu petugas TPIH serta satu dokter dan dua perawat. (*)
Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar