1.410 calon haji Tulungagung diberangkatkan ke Embarkasi Surabaya

id Haji, jamaah calon haji Tulungagung, ibadah haji, Makah, Tulungagung

1.410 calon haji Tulungagung diberangkatkan ke Embarkasi Surabaya

Panitia simbolis melepas rombongan jamaah calon haji asal daerah itu di Pendopo Kongas Arum Kusumaningbongso, Tulungagung, Rabu (17/7) (Ist)

Tulungagung (ANTARA) - Sebanyak 1.410 calon haji asal Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Rabu, diberangkatkan dalam dua gelombang menuju Embarkasi Surabaya dan selanjutnya akan diterbangkan ke Tanah Suci, Mekkah, pada Kamis (18/7) pagi.

Seremoni pemberangkatan 1.410 calon haji itu dilakukan di depan pendopo Kabupaten Tulungagung dengan diangkut menggunakan 33 unit bus. Ada empat kloter (kelompok terbang) yang diberangkatkan sore itu, yakni kloter 33, 34, 35, dan 36.

"Sebenarnya dari Tulungagung ada lima kloter. Tapi untuk kloter 32 hanya tujuh orang yang digabungkan dengan rombongan calon haji dari Kabupaten Blitar," kata Kabag Kesra Pemkab Tulungagung Suyudi di Tulungagung.

Kendati prosesi pemberangkatan jamaah calhaj tidak semua terkonsentrasi di halaman pendopo Pemkab Tulungagung, namun hal itu tak mengurangi kesakralan suasananya.

Suasana haru mengiringi pelepasan para calhaj yang berangkat menunaikan ibadah rukun iman. Terutama saat muadzin mengumandangkan adzan tanda shalat Magrib.

Tangis beberapa anggota keluarga pecah saat jamaah calhaj berpamitan untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, Mekkah. Mereka sedianya akan berpisah dalam waktu sebulan lebih (40 hari).

Berangkat pada Kamis (18/7) pagi, jamaah calon haji asal Tulungagung akan sampai kembali di kampung halaman pada 28 Agustus 2019.

Rombongan calhaj asal Tulungagung termasuk pemberangkatan gelombang pertama, sehingga akan mendapat di Madinah.

"Di Madinah selama delapan hari untuk menjalankan 40 waktu salat wajib, berjamaah tanpa putus atau arbain," kata Suyadi.

Dari Madinah, jamaah calhaj Tulungagung akan ke Mekkah untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji.
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar