Forkopimda Jatim ajak masyarakat tolak kerusuhan

id Forkopimda jatim, polda jatim, luki hermawan, khofifah indar parawansa, tolak kerusuhan

Forkopimda Jatim ajak masyarakat tolak kerusuhan

Forkopimda Jatim saat kegaiatan jalan santai untuk menolak kerusuhan usai Pilpres 2019 di Surabaya, Minggu. (Humas Polda Jatim)

Ini dilakukan serentak seluruh kabupaten hari ini, bersama TNI, Polri dan pejabat-pejabat, 'stakeholder' yang lain. Saya berterimakasih kepada Gubernur Jawa Timur yang mendukung dan memerintahkan seluruh jajaran baik sinergitas yang selama ini terjaga, kita menghidupkan masyarakat Jatim, kita menolak kerusuhan untuk Indonesia damai
Surabaya (ANTARA) - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur mengajak masyarakat mengajak masyarak untuk menolak kerusuhan usai gelaran Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lewat kegiatan jalan santai dan senam bersama di Surabaya, Minggu.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan di sela jalan santai bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi mengatakan kegiatan tersebut juga dimaksudkan menyongsong HUT Bhayangkara ke-73.

"Kegiatan ini juga dalam rangka menghadapi isu yang berkembang dimana masyarakat Jatim jaga Surabaya untuk Indonesia damai bersama-sama," kata Luki.

Luki berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergabung dan berkomitmen menolak kerusuhan. Dia menambahkan kegiatan ini juga serentak dilakukan di seluruh wilayah di Jatim.

"Ini dilakukan serentak seluruh kabupaten hari ini, bersama TNI, Polri dan pejabat-pejabat, 'stakeholder' yang lain. Saya berterimakasih kepada Gubernur Jawa Timur yang mendukung dan memerintahkan seluruh jajaran baik sinergitas yang selama ini terjaga, kita menghidupkan masyarakat Jatim, kita menolak kerusuhan untuk Indonesia damai," tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pihaknya belajar dari beberapa konflik di negara lain, maka . jika dibiarkan dan tidak ditolak, akan mencuat.

Pengalaman itu, lanjut Khofifah nyata di depan mata bagaimana kemudian proses itu membenturkan di antara elemen-elemen strategis terjadi di banyak negara.

"Belajar dari pengalaman konflik sosial di banyak negara itu, mari kita jaga Indonesia, mari kita jaga kerukunan, dan juga persatuan. Menjaga persatuan kita tidak bersetuju dengan adanya kerusuhan. Dari sekecil apapun, saya minta kita semua saling mencoba melakukan langkah-langkah preventif," ucapnya.

Sementara itu, acara yang berbarengan dengan aktivitas kawasan bebas kendaraan bermotor di Taman Bungkul tersebut diakhiri dengan deklarasi tolak kerusuhan di depan Monumen Polisi Istimewa yang ditandai dengan pelepasan merpati dan balon udara.
(*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar