Bupati Banyuwangi ajak pesantren berdakwa di media sosial

id safarai ramadhan banyuwangi,bupati anas,ramadhan 2019

Bupati Banyuwangi ajak pesantren berdakwa di media sosial

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sata berkunjung di salah satu pesantren di Banyuwangi. (istimewa)

Banyuwangi (ANTARA) - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengajak sejumlah pesantren di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, untuk turut berdakwah di media sosial karena konten di medsos banyak menjadi rujukan bagi orang-orang yang ingin mengenal Islam

"Menurut hasil survei, saat ini yang menjadi ulama panutan dan menjadi favorit bukanlah kiai-kiai pesantren, seperti KH Maimoen Zubair atau KH Mustofa Bisri. Beliau-beliau ada di posisi belasan, justru yang terfavorit adalah ustadz yang kerap muncul di media sosial," ujar Anas saat berkunjung ke Pesantren Rabithatul Islam, Banyuwangi.

Untuk itu, ia mengharapkan sejumlah kiai atau para cendekiawan di sejumlah pesantren di Banyuwangi turut aktif dalam berdakwah di jagad maya tersebut.

Narasi keagamaan yang berkembang di media sosial didominasi model beragama yang puritan, hal ini perlu diimbangi dengan konten keagamaan yang lebih moderat.

"Corak keberagamaan di pesantren yang lebih moderat dan santun perlu disebarluaskan di medsos. Generasi milenial yang sedang tumbuh gairah keberagamaannya, harus dikenalkan dengan narasi yang demikian, bukan seperti saat ini yang cenderung keras dan puritan," ujarnya.

Pada kunjungan ke sejumlah pesantren, Bupati Anas juga mengajak kepada semua pihak untuk turut menjaga dan mengawasi perilaku generasi muda. Di era yang serba digital seperti saat ini, menjadikan banyak bentuk kejahatan dan pelanggaran yang juga bersifat digital.

"Hanya lewat HP ini, sekarang anak-anak bisa melakukan apa saja. Termasuk juga kemaksiatan hingga kejahatan, mulai kecanduan pornografi, judi daring, prostitusi daring dan lain sebagainya," katanya.

Oleh karena itu, orang tua harus lebih peduli dengan aktivitas anak-anaknya dan tidak hanya sekadar dibelikan ponsel.

"Tapi, perhatikan apa yang di-browsing anak-anak, yang didownload dan yang diinstal di HP mereka, orang tua harus tahu," tuturnya.

Pengawasan terhadap anak yang demikian, lanjutnya, tak cukup hanya dipasrahkan ke lembaga pendidikan, tetapi tiga komponen harus saling menguatkan. Selain lembaga pendidikan, orang tua dan lingkungan juga harus berperan aktif.

"Saya kira pesantren dan sekolah sudah cukup aktif melakukan pengawasan, namun jika orang tua dan lingkungan acuh tak acuh, pengawasan di pesantren dan sekolah akan percuma," tuturnya.

Bupati Anas melakukan kunjungan ke sejumlah pesantren di Banyuwangi, pertama yang dituju adalah Pesantren Sunan Kalijaga di Desa Parijatah Wetan, Kecamatan Srono.

Selain silaturahim dengan sejumlah kiai, tokoh masyarakat dan santri, juga Shalat Ashar berjamaah dan ziarah ke makam pendiri pesantren almarhum KH Mahrus Ali.

Setelah itu, dilanjutkan buka bersama di Pesantren Rabithatul Islam di Jenisari, dan ke Pesantren Al Mubarok, Kecamatan Genteng.

Terakhir, bersilaturahmi ke Pesantren Ibnu Sina, Kecamatan Genteng, hal ini sebagai bagian dari agenda safari Ramadhan yang rutin dilakukan setiap tahun.
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar