Tiga petugas penyelenggara pemilu di Kediri sakit saat bertugas

id rekapitulasi 2019,pilpres 2019,pemilu 2019,kota kediri ,kpu kota kediri

Tiga petugas penyelenggara pemilu di Kediri sakit saat bertugas

Komisioner KPU Kota Kediri Wahyudi. (Antara Jatim/ Asmaul Chusna)

Kediri (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Kota Kediri, Jawa Timur, mencatat sedikinya tiga orang petugas penyelenggaran pemilihan umum mengalami sakit saat menjalankan tugas pada Pemilu 2019.

"Ada dua petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) dan satu anggota Linmas (Perlindungan Masyarakat) yang sakit. Untuk anggota Linmas dirawat di RSUD Gambiran, sedangkan untuk petugas KPPS ada yang dirawat di RS Bhayangkara dan RS Muhammadiyah Kediri," kata Komisioner KPU Kota Kediri Wahyudi di Kediri, Selasa.

Untuk petugas KPPS yang sakit diketahui bernama Hari Mugatut dari TPS 3 Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Ia mengalami serangan jantung dan hingga kini masih dalam proses perawatan tim medis.

Petugas KPPS yang dirawat di RS Muhammadiyah Kota Kediri bernama Sudirman yang bertugas di TPS 4 Kelurahan Campurejo, Kota Kediri.

Sedangkan untuk anggota Linmas bernama Sugeng Bagiono bertugas di TPS 14 Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Dia jatuh dari mobil saat mengangkut kotak suara dari TPS ke PPS dan masih dalam perawatan di RSUD Gambiran, Kota Kediri.

KPU, kata dia, juga sudah menjenguk para petugas tersebut. Untuk saat ini, biaya perawatan masih ditanggung oleh keluarga panitia yang sakit.

Namun, Wahyudi menyebut sudah diminta mendata seluruh panitia yang mengalami sakit, baik karena kecelakaan, dirawat maupun yang meninggal dunia untuk disetorkan ke KPU Provinsi Jatim paling lambat 24 April 2019.

"Data itu akan digunakan untuk apa, kami tidak tahu," ujar dia.

Untuk menjaga kesehatan dari seluruh petugas yang terlibat, KPU sudah meminta agar Dinas Kesehatan Kota Kediri juga membantu dengan selalu siap berjaga di lokasi penghitungan rekapitulasi tingkat kecamatan tersebut.

Dari berbagai laporan yang diterimanya, mayoritas panitia yang ikut dalam proses perekapan mengalami batuk, pilek karena mereka terlalu lelah saat bertugas di Pemilu 2019.

Sementara itu, hingga kini proses rekapitulasi sudah selesai sekitar 50 persen. Untuk Kecamatan Kota, per Senin (22/4) malam selesai 10 dari 17 kelurahan. Di Kecamatan Pesantren selesai sembilan dari 15 kelurahan. Untuk Kecamatan Mojoroto, tujuh kelurahan dari 14 kelurahan.

Di Kota Kediri, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yakni 201.850 jiwa. Jumlah itu belum termasuk daftar pemilih tambahan (DPTb) yang diputuskan sebanyak 8.731 pemilih. Mereka warga dari luar Kota Kediri yang ikut pindah pilih di Kediri, sedangkan warga Kota Kediri yang pindah pilih ke kota lain tercatat 996 pemilih. Semuanya tersebar di 46 kelurahan di tiga kecamatan.

Baca juga: KPU Jatim usulkan petugas mengalami musibah dapat penghargaan
Baca juga: 14 petugas pemungutan suara di Tulungagung "tumbang" karena kelelahan
Baca juga: Diduga kelelahan, sejumlah anggota PPK di Jember pingsan hingga opname
Baca juga: Pengawas TPS di Situbondo "ambruk" usai bertugas
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar