Belum urus A5, ratusan pegawai RSUD Dr Soetomo tak dapat mencoblos

id Rsud dr soetomo, pemilu, a5, surabaya, joni wahyuhadi

Belum urus A5, ratusan pegawai RSUD Dr Soetomo tak dapat mencoblos

Pegawai medis dan non-medis RSUD Dr Soetomo, Rabu yang tidak dapat menggunakan hak pilih karena belum mengurus formulir A5. (Willy Irawan)

Kami sudah memfasilitasi pendaftaran kolektif A5 jauh-jauh hari
Surabaya (ANTARA) - Ratusan pegawai medis dan non-medis yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya tidak dapat menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu 2019, karena belum mengurus formulir A5.

Direktur RSUD Dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi saat meninjau pelaksanaan pencoblosan di tempat pemungutan suara (TPS), Rabu, mengatakan, ada sekitar 500 pegawai piket saat pemungutan suara, namun hanya separuhnya yang dapat menggunakan hak pilih.

"Kami sudah memfasilitasi pendaftaran kolektif A5 jauh-jauh hari. Tapi, itu pun hanya bisa terdata 210 pegawai dengan perkiraan terdapat tujuh TPS dengan masing-masing TPS ada 30 surat suara," ucapnya.

Namun, saat waktu pemungutan suara yang disepakati pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB, terdapat tiga TPS yang tidak didatangi petugas KPPS, sehingga sekitar 90 pemilih terdaftar tidak dapat memilih karena tidak ada surat suara.

"Ada pasien ingin menyalurkan haknya, sudah mengurus A5, tapi kalau tidak attach sama TPS di sini, ya tidak bisa memilih. Kami berupaya memfasilitasi, tapi pasien banyak yang dirawat dan pulang, jadi mereka tidak ikut mendaftar kolektif A5 di RSUD Dr Soetomo," ujarnya.

Joni sangat menyayangkan kondisi ini, padahal pihaknya ingin pegawai yang bertugas, pasien dan keluarganya bisa menyalurkan suaranya.

"Awalnya kami diberikan tujuh TPS, enam dari KPPS Airlangga, satu KPPS Mojo yang kemudian kami tempatkan di setiap irna yang ada di RSUD Dr Soetomo. Diputuskan kami akan didatangi pihak KPPS pukul 12.00, dan ternyata surat suaranya tergantung sisa surat suara di TPS di wilayah KPPS," tuturnya.

Sementara itu, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gubeng, Petrus, mengatakan untuk bisa menggunakan hak pilihnya, baik petugas medis, non-medis atau pasien harus mengurus formulir A5, karena keterbatasan surat suara.

"Surat suara memang sedikit dan tidak bisa melayani semuanya. Jadi, kalau kehabisan surat suara, kalau sudah punya A5 dengan tujuan rumah sakit bisa ke sekitar rumah sakit, ke TPS Mojo dan Airlangga," katanya.

Petrus mengungkapkan, pihaknya telah berusaha melayani dan menyediakan surat suara sesuai dengan permintaan adanya tujuh TPS di RSUD Dr Soetomo

"Kami menyediakannya tidak semua, hanya empat TPS, 30 surat suara per TPS," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar