Pengamat: cek rekam jejak caleg, baru pilih

id pengamat politik,unair surabaya,suko widodo,pemilu 2019

Pengamat: cek rekam jejak caleg, baru pilih

Pengamat politik asal Unair Suko Widodo (tengah) di sebuah diskusi di Unair Surabaya beberapa waktu lalu, (Foto Fiqih Arfani)

Sebelum memilih, pelajari jejak rekam yang akan dipilih

Surabaya (ANTARA) - Pengamat komunikasi politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Suko Widodo menilai jejak rekam calon anggota legislatif sangat penting sebelum memilih pada Pemilihan Umum 2019.



“Sebelum memilih, pelajari rekam jejak yang akan dipilih,” ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Selasa.



Sebelum memilih disarankannya mengenali calon dan mengetahui visinya jika terpilih menjadi wakil rakyat serta duduk di parlemen. “Jangan asal memilih, pelajari kapasitasnya dan asal-usulnya,” ucap dosen Fisip Unair tersebut.



Menurut dia, pemilih bisa menggunakan patokan sederhana sebelum memilih, antara lain apakah calon yang akan dipilih pernah turun ke ruang publik dan memunculkan bangunan interaksi, dialetika dari pola komunikasi dan bertemu fisik.



Meski arus informasi mengalami lompatan dengan adanya media cetak dan televisi, namun menurutnya tetap saja interaksi wacana dan narasi lebih banyak terjadi pada ruang sesungguhnya.



“Karena komunikasi lewat media cetak,  televisi lebih bersifat satu arah,” kata Sukowi, sapaan akrabnya.



Sementara itu, anggota DPRD Jatim Bambang Dwi Hartono sepakat bahwa sebelum memilih harus dilakukan pemilahan tentang jejak rekam caleg bersangkutan.



“Tak hanya caleg, tapi calon presiden dan wakil presiden sekalipun. Ini menjadi sangat penting,” katanya.



Di era digital ini, lanjut dia, sangat mudah mencari informasi tentang calon yang akan dipilih sehingga tidak butuh waktu lama untuk menentukan pilihan.



Pemilihan umum serentak digelar 17 April 2019, yakni memilih anggota DPRD II, DPRD I, DPR RI, DPD serta presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.



Pemilihan Presiden diikuti dua pasangan calon, yaitu Jokowi-KH Ma’ruf Amin di nomor urut 01, serta Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di nomor urut 02. (*)

Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar