Risma motivasi pengelola toko kelontong rusunawa di Surabaya

id risma,toko kelontong,rusunawa,koperasi

Risma motivasi pengelola toko kelontong rusunawa di Surabaya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memotivasi ratusan pengelola toko kelontong di gedung Siola, Kota Surabaya, Jatim, Senin (15/4). (istimewa)

Kami sudah bisa membantu akses pembelian barang untuk mendapatkan harga-harga yang lebih murah
Surabaya (ANTARA) - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memotivasi ratusan pengelola toko kelontong yang berjualan di rumah susun sewa sederhana di kota itu untuk membentuk koperasi toko kelontong.

"Bapak-ibu sekalian, kenapa saya memaksakan untuk membentuk koperasi toko kelontong. Itu karena saya ingin sekali keuntungannya bisa dikembalikan untuk warga, untuk anggotanya. Kalau bapak-ibu beli di tempat lain keuntungannya ya diambil orang lain," kata Risma dalam acara pembinaan pengelolaan usaha koperasi toko kelontong di Gedung Siola, Kota Surabaya, Jatim, Senin.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya itu juga menyampaikan bahwa pembelian barang sudah diakseskan dengan agen yang harganya relatif lebih murah dibanding pada umumnya. Sehingga, nantinya keuntungan yang didapat untuk kesejahteraan para anggota.

"Kami sudah bisa membantu akses pembelian barang untuk mendapatkan harga-harga yang lebih murah. Bapak-ibu nanti bisa bandingkan, ini menjadi penting bapak-ibu sekalian. Saya ingin semua lebih sejahtera," ujarnya.

Risma juga memberi peluang selebar-lebarnya kepada seluruh pengurus koperasi agar tidak hanya menjual barang-barang atau kebutuhan pada umumnya. Namun, lanjut dia, apapun yang bisa diproduksi oleh warga, dapat dipasarkan melalui koperasi tersebut.

"Jadi bapak ibu, bisanya apa boleh dipasarkan. Misalkan setelah ini lebaran, bapak-ibu sekalian bisa membuat kue kering, atau punya tumbuh-tumbuhan cabe yang akan panen boleh dijual juga. Semuanya boleh," katanya.

Risma juga berpesan kepada seluruh pengolah koperasi agar lebih keras lagi dalam mencapai kesejahteraan melalui upaya pengembangan toko kelontong. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya mengaku akan terus melakukan evaluasi toko kelontong setiap tiga bulan sekali.

"Saya sangat yakin warga Kota Surabaya dapat diajak kerja keras dan hidup lebih sejahtera, tidak ada yang bisa merubah nasib kita kecuali kita sendiri. Saya berharap training ini diikuti sebaik mungkin," katanya.

Diketahui pembinaan ini ditujukan kepada seluruh warga penggerak koperasi yang tinggal di rumah susun sewa sederhana (rusunawa). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan sektor ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Pembinaan Pengelolaan Usaha Koperasi Toko Kelontong tersebut diikuti 120 peserta terdiri dari 12 anggota Rusunawa di Surabaya. Selain itu, pertemuan kali ini juga mengundang beberapa trainer untuk memberi pelatihan seputar pengembangan toko kelontong.
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar