Unair siapkan 1.450 unit komputer untuk UTBK SBMPTN

id Unair, utbk, sbmptn, aurabaya, prof mohammad nasih

Unair siapkan 1.450 unit komputer untuk UTBK SBMPTN

Rektor Unair Prof Mohammad Nasih (kiri). (Willy Irawan)

Menurut saya, kesiapan Airlangga cukup. kami sudah cek, server kami cek, jaringan aman, pengawas aman tinggal pelaksanaannya
Surabaya (ANTARA) - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menyiapkan sebanyak 1.450 unit komputer untuk pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 13 April mendatang.

"Sebagian besar komputer di Unair dengan 1.085. Sisanya ada di lokasi mitra yakni 75 komputer di Universitas Muhammadiyah Surabaya, 50 komputer di Unitomo 50, 100 komputer di Untag, dan 180 komputer di Stesia. Tes UTBK Unair nanti menyebar di kampus-kampus itu," kata Rektor Unair Prof Mohammad Nasih di Surabaya, Jumat.

Nasih mengimbau, para peserta UTBK Unair mempersiapkan diri dengan baik dan tidak perlu bolpoint dan lembar kosong karena ada alat tulis dan kertas buram telah disiapkan. "Pokoknya masuk membawa orang, hati dan ruangan," ujarnya.

Untuk UTBK gelombang I persiapan Unair sudah mencapai 99,90 persen. Nasih mengklaim Unair telah menyiapkan semua perangkat dengan kapasitas yang dianggap cukup.

"Menurut saya, kesiapan Airlangga cukup. kami sudah cek, server kami cek, jaringan aman, pengawas aman tinggal pelaksanaannya," ujarnya.

Pada UTBK SBMPTN tahun ini, ada hampir 25 ribu peserta yang mendaftar di Unair. Dengan rincian 13.875 pendaftar di gelombang I dan 11.900 sekian peserta di gelombang II.

Selain itu, Unair telah menyiapkan kebutuhan bagi peserta berkebutuhan khusus, terutama bagi yang tuna netra.

"Ada satu orang yang terindentifikasi di gelombang I Kami fasilitasi juga," katanya.

Bagi peserta, Nasih mengimbau masih ada waktu untuk menyiapkan dan memperhatikan tata tertiba yang telah dibuat panitia. Seperti hadir 30 menit sebelum pekaksanaan ujian atau sebelum masuk ruangan, yang artinya sudah ada di lokasi jam 7.00 WIB.

30 menit berikutnya masuk ruangan bersama. Kemudian peserta terlambat atau hadir jam 08.09 WIB dinyatakan tidak ikut ujian dan tidak boleh masuk ruangan untuk ujian sehingga dianggap peserta yang tidak hadir.

"Persiapan terbaik peserta tidak perlu membawa apa-apa. Mohon ini ujian agak lama hampir 3,5 jam pelaksanaaan. Yang bersangkutan kami tidak menyiapkan nasi, makanan, minuman sehingga mohon disiapkan. Ketika di dalam yang bersangkutan tidak boleh keluar lagi," tutur Nasih. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar