Daop 7 ajak wartawan Madiun kunjungi Lawang Sewu

id Daop Madiun,PT KAI,KAI Madiun,Lawang Sewu,Museum KAI

Daop 7 ajak wartawan Madiun kunjungi Lawang Sewu

Sejumlah pengunjung sedang menikmati suasana bangunan cagar budaya Lawang Sewu di Semarang. (Antaranews Jatim/Louis Rika)

Kegiatan ini dilakukan dua hari, yakni tanggal 25 dan 26 Maret 2019. Dimana, hari pertama destinasinya di Lawang Sewu pada sore hingga malam hari. Kemudian besoknya ke Museum KAI
Madiun (ANTARA) - PT KAI Daeah Operasi (Daop) 7 Madiun, Jawa Timur mengajak sejumlah wartawan yang bertugas di wilayah kerjanya  mengujungi sejumlah asetnya di Semarang dan Ambarawa yang dikembangkan untuk pariwisata.

Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko, Selasa mengatakan, objek yang dikunjungi tersebut di antaranya bangunan bersejarah Lawang Sewu di Semarang dan Musuem Kereta Api Indonesia di Ambarawa, Jawa Tengah.

"Kegiatan ini dilakukan dua hari, yakni tanggal 25 dan 26 Maret 2019. Dimana, hari pertama destinasinya di Lawang Sewu pada sore hingga malam hari. Kemudian esoknya ke Museum KAI," ujar Ixfan kepada wartawan.

Menurut dia, kegiatan pers tour tersebut merupakan yang pertama kalinya digelar di wilayah PT KAI Daop 7 Madiun. Hal itu betujuan untuk menjalin komunikasi yang baik, antara PT KAI (Persero) dengan rekan wartawan. 

"Selain tempat untuk berkomunikasi dan interaksi, tujuanya adalah agar saat bertugas wartawan tetap transparan dan berimbang dalam pemberitaan," kata dia. 

Adapun selama mengunjugi bangunan cagar budaya Lawang Sewu, rombongan wartawan Madiun menggunakan kesempatan itu untuk melihat-lihat bangunan yang masih kokoh berdiri meski telah berusia  tua.

Sedangkan di Museum KAI di Ambarawa, wartawan diajak oleh panitiia Daop Madiun untuk menikmati kereta wisata mulai dari Stasiun Ambarawa sampai dengan Stasiun Tuntang PP.

Uniknya, perjalanan naik KA wisata dari Ambarawa menuju Tuntang, rombongan menggunakan kereta beratap dan berdinding dari kayu dengan nomor seri CR 72-1. Kereta itu pertama kalinya dipakai pada tahun 1911 masa penjajahan hindia belanda, dengan ditarik lokomotif D 30124.

Sesuai data museum setempat, jumlah pengunjung yang datang ke lokasi tersebut berkisar antara 2.000 sampai 3.500 orang per minggunya.

Sedangkan penumpang KA wisata mencapai sekitar 800 orang per minggu. Adapun tiket masuk museum yang diterapkan  mencapai Rp5.000 untuk anak-anak dan Rp10.000 untuk dewasa. Sementara untuk tiket reguler naik KA Wisata per orang Rp50.000.  (*)

 
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar