Pemkot Madiun alokasikan Rp41 miliar untuk pengembangan ekonomi

id Potensi ekonomi Kota Madiun,pemkot madiun,kota madiun,pembangunan ekonomi,pertumbuhan ekonomi

Pemkot Madiun alokasikan Rp41 miliar untuk pengembangan ekonomi

Ilustrasi - Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto saat membuka kegiatan musrenbang Kota Madiun di Wisma Haji Madiun, Rabu (14/3). Musrenbang tersebut bertema 'Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Saing Daerah, Melalui Optimalisasi Potensi Ekonomi Lokal dan Pelayanan Publik'. (Diskominfo Kota Madiun)

indikator yang digunakan sebagai patokan dalam pengembangan potensi dan pertumbuhan ekonomi di Kota Madiun, di antaranya tingkat pengangguran terbuka, nilai realisasi investasi penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri, serta pertumbuhan sektor pengolahan.
Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur, mengalokasi dana sebesar Rp41,07 miliar lebih untuk melakukan pengembangan potensi ekonomi di daerah setempat dalam pembangunan tahun anggaran 2020.

Wali Kota Madiun Terpilih Maidi, Selasa mengatakan, dana sebesar Rp41,07 miliar tersebut digunakan untuk delapan organisasi perangkat daerah yang memiliki program tentang potensi ekonomi daerah.

"Delapan OPD tersebut di antaranya, Dinas Tenaga Kerja; Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Koperasi, dan Usaha Mikro; Dinas Perdagangan; Bagian Perekonomian dan Kesra; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan; Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga; serta Dinas Sosial," ujar Maidi di Madiun kepada wartawan.

Menurut dia, terdapat 23 program dari sejumlah OPD tersebut yang dilakukan selama tahun 2020 guna pengembangan potensi ekonomi daerah. 

Adapun indikator yang digunakan sebagai patokan dalam pengembangan potensi dan pertumbuhan ekonomi di Kota Madiun, di antaranya tingkat pengangguran terbuka, nilai realisasi investasi penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri, serta pertumbuhan sektor pengolahan.

"Selain itu, indikator pertumbuhan sektor perdagangan, pertumbuhan sektor pariwisata, pola pangan harapan, serta indeks gini," kata Maidi.

Sementara, Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto berharap agar pelaksanaan pembangunan di Kota Madiun dapat berjalan lancar. Tidak hanya di masa pemerintahannya yang akan berakhir pada 29 April mendatang, tapi juga ketika sudah dipegang oleh pemimpin yang baru nanti.

"Apa yang sudah direncanakan dan dianggarkan juga harus dilaksanakan dengan baik. Tujuannya adalah untuk kesejahteraan warga Kota Madiun," katanya.

Sementara itu, data Bappeda setempat mencatat, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Madiun tahun 2020  memiliki anggaran mencapai Rp1.194.438.117.000. Dana sebesar itu digunakan untuk 208 program dan 818 kegiatan.

Terdapat lima prioritas program yang diutamakan di pembangunan lima tahun ke depan, yakni program SDM, peningkatan ekonomi daerah, infrastruktur, tata kelola pemerntahan, dan keamanan serta ketertiban masyarakat. (*)

 
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar