Kanwilkumham Jatim "sulap" ruang tunggu jadi galeri seni

id Kanwilkumham Jatim, Warga Binaan Pemasyarakatan

Kanwilkumham Jatim

Kakanwilkumham Jatim Susy Susilawati saat menunjukkan gerai seni hasil karya warga binaan di Jatim (Ist)

Siapapun yang masuk ke Kanwil Kemenkumham Jatim akan menemukan sensasi yang berbeda dari kantor instansi pemerintahan yang lain. Selain ruang tunggu yang nyaman, mata pengunjung juga dimanjakan dengan galeri seni dengan beragam jenis hasil karya WBP dari Lapas atau Rutan di Jatim dipamerkan. Seperti topeng, batik, sepatu kulit, miniatur kapal, rajutan hingga sambel klotok pun ada
Surabaya (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jatim "menyulap" ruang ruang tunggu yang ada di kantor mereka menjadi galeri seni sebagai upaya untuk menghilangkan kesan kantor yang kaku serta mengubah suasananya menjadi lebih nyaman.

Kepala Kanwilkumham Jatim Susy Susilawati, Senin mengatakan, galeri seni yang dimaksud adalah barang barang hasil karya yang diproduksi oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP).

"Siapapun yang masuk ke Kanwil Kemenkumham Jatim akan menemukan sensasi yang berbeda dari kantor instansi pemerintahan yang lain. Selain ruang tunggu yang nyaman, mata pengunjung juga dimanjakan dengan galeri seni dengan beragam jenis hasil karya WBP dari Lapas atau Rutan di Jatim dipamerkan. Seperti topeng, batik, sepatu kulit, miniatur kapal, rajutan hingga sambel klotok pun ada," katanya di Surabaya.

Ia mengemukakan, dirinya menginginkan supaya kantor memiliki suasana yang enak, nyaman dan informatif. Sebenarnya rencana menata kantor ini sudah lama. Namun, baru bisa terealisasi belakangan ini. Harapannya, siapa saja yang masuk ke kantor ini tidak merasa seram, rileks dan mendapat informasi terkait hasil karya WBP," katanya.

Ia menjelaskan jika ada ratusan produk WBP yang tersebar di 39 Lapas atau Rutan se-Jatim yang mayoritas memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

"Selama ini produk-produk itu tidak dipasarkan dengan baik. Nah, melalui galeri ini, dia berharap bisa jadi salah satu media untuk menginformasikan sekaligus memasarkan produk tersebut," ujarnya.

Ia menjelaskan, barang-barang hasil karya warga binaan itu tidak hanya dilihat, tapi juga boleh dibeli serta dipersilahkan bagi yang berminat membeli.

"Uangnya sebagian kembali ke negara dan untuk meningkatkan pembinaan," katanya.

Dirinya mengakui jika ruangan yang ada belum bisa menampung semua produk WBP yang ada karena saat ini yang dipamerkan baru produk unggulan saja.

"Untuk itu, nantinya koleksi di galeri seni Kanwil Kemenkumham Jatim itu akan diperbarui setiap tiga bulan. Agar semua hasil karya WBP di Lapas atau Rutan bisa terakomodir, nanti kami bergiliran," katanya.(*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar