Banjir Sentani, 14 meninggal dan 18 luka

id Banjir sentani, 14 meninggal

Banjir Sentani, 14 meninggal dan 18 luka

Ilustrasi - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Desa Jeruk, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun yang terdampak banjir, Kamis (7/3). (Foto Fiqih Arfani) (Foto Fiqih Arfani/)

Jayapura (ANTARA) - Sebanyak 14 orang meninggal dan 18 orang mengalami luka-luka akibat banjir yang melanda Kabupaten, Jayapura, Sabtu malam (16/3).

Kepala SAR Jayapura Putu Arga kepada Antara Minggu pagi mengatakan, jenazah korban saat ini sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara.

Sedangkan korban luka-luka dirawat di berbagai puskesmas dan rumah sakit yang ada di sekitar Sentani, bahkan empat orang diantaranya sudah dievakuasi ke RS Dian Harapan, Waena, Kota Jayapura.

"Belum semua korban teridentifikasi," kata Putu Arga.

Kepala BPBD Kabupaten Jayapura Sumartono secara terpisah mengatakan, jumlah korban kemungkinan terus bertambah karena saat ini masih dilakukan pendataan.

Beberapa lokasi saat ini menjadi tempat pengungsian warga seperti di kawasan perkantoran Bupati Jayapura, Gunung Merah, gereja El Roy Waimbu dan lainya.

Petugas masih di lapangan untuk melihat langsung, kata Sumartono seraya mengaku banjir bandang itu melanda sembilan distrik.

Kami masih sulit melakukan pendataan karena beberapa ada jembatan yang putus, dan terendam material kayu serta bebatuan yang terbawa saat banjir terjadi , kata Sumartono. (*)

 
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar