Wali Kota Kediri sangat terbantu dukungan Bank Indonesia

id wali kota kediri mas abu ,abdullah abu bakar kediri ,bi kediri

Wali Kota Kediri sangat terbantu dukungan Bank Indonesia

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri di Grand Panglima Resto, Kediri, Jawa Timur, Jumat (15/3). Foto istimewa

Wali Kota menambahkan berkat kerjasama yang solid, Inflasi di Kota Kediri rendah dan terkendali. Hal ini membuat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri meraih gelar tebaik se-Jawa Bali dua tahun berturut-turut. 
Kediri (ANTARA) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan pemerintah kota sangat terbantu dukungan dari Bank Indonesia Kediri selama ini, sehingga turut serta mendukung pembangunan di kota ini. 

"Terima kasih Bank Indonesia telah bekerja sama dengan wilayah kerjanya. Tentu Kota Kediri memiliki makna karena kami benar-benar solid untuk menstabilkan harga-harga yang ada di Kota Kediri," tutur Wali Kota dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri di Grand Panglima Resto, Kediri, Jawa Timur, Jumat.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Perwakilan BI Kediri sebelumnya, Djoko Raharto digantikan oleh Kepala Divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan, Musni Hardi Kasuma Atmaja. Sedangkan Djoko Raharto akan menduduki jabatan baru sebagai Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta. Upacara serah terima jabatan ini dihadiri langsung oleh Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Dalam sambutannya, Abdullah Abu Bakar mengucapkan selamat kepada Djoko Raharto atas amanah baru yang diberikan. Serta mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang terjalin dan berjuang bersama mewujudkan perekonomian yang baik di Kota Kediri. 

Wali Kota menambahkan berkat kerjasama yang solid, Inflasi di Kota Kediri rendah dan terkendali. Hal ini membuat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri meraih gelar tebaik se-Jawa Bali dua tahun berturut-turut. 

Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi di Kota Kediri dengan industri tembakau tercatat 5,14 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi tanpa industri tembakau mencapai 7,02 persen. Tingkat kemiskinan dan pengangguran terbuka di Kota Kediri juga terus ditekan. Angka kemiskinan tahun 2018 turun menjadi 7,68 persen dan tingkat pengangguran terbuka tahun 2018 menjadi 3,63 persen.

"TPID Kota Kediri bisa rapat dan merencanakan dengan baik, Alhamdulillah inflasi kita bisa dapat penghargaan dari Bapak Presiden. Setelah itu kemiskinan kita juga rendah dan yang bagus angka pengangguran terbuka di Kota Kediri terendah sepanjang berdirinya Kota Kediri. Untuk pertama kalinya angka pengangguran di Kota Kediri lebih rendah dari angka pengangguran di Provinsi Jawa Timur," kata dia. 

Mas Abu, sapaan akrabnya juga mengucapkan selamat datang kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri yang baru Musni Hardi Kasuma Atmaja. Ia berharap akan terus terjalin kerjasama yang baik untuk mensejahterakan masyarakat. 

"Semoga kerjasama ini terus berlanjut. Alhamdulillah meskipun Kota Kediri belum menjadi tempat rujukan nasional tapi sudah banyak daerah lain yang berkunjung ke Kota Kediri untuk melihat bagaimana TPID Kota Kediri dalam mengendalikan inflasi," imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Musni Hardi Kasuma Atmaja mengatakan dalam menjalankan tugasnya Ia akan melakukan tiga hal. Pertama sebagai mitra strategis Pemda BI akan terus bersinergi dalam perekonomian dan pengendalian inflasi. Kedua pengembangan UMKM dan ketiga adalah memperkuat ekonomi syariah. 

Serah terima jabatan ini dihadiri pula oleh Anggota DPR RI Komisi XI Eva Kusuma Sundari, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah, Kepala OJK Kota Kediri Bambang Supriyanto, Perwakilan Kepala Daerah di wilayah kerja Bank Indonesia Kediri, Forkopimda Plus Kota Kediri dan jajaran Kantor Perwakilan bank Indonesia Kediri. (*)
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar