Peluncuran e-Warung, Wali Kota Mojokerto ajak KPM untuk mandiri

id Pemkot mojokerto, ning ita, e-warung, ika puspitasari

Peluncuran e-Warung, Wali Kota Mojokerto ajak KPM untuk mandiri

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyerahkan secara simbolis kartu BPNT APBD kepada warga. (Humas Pemkot Mojokerto)

program kami ke depan, bagi keluarga yang masih memiliki potensi untuk diberdayakan akan diberikan pendampingan untuk menjadi keluarga yang produktif
Mojokerto (ANTARA) - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk mandiri saat meluncurkan e-Warung Makmur Ceria di Kelurahan Kedundung, Mojokerto, Kamis.

Ning Ita, sapaan wali kota, mengatakan, e-warung merupakan warung yang menyalurkan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan program nasional arahan dari Presiden Joko Widodo.

"Yang semula rastra atau beras sejahtera diamanatkan agar dapat disalurkan secara nontunai. Ini hanya perubahan sistem, kalau dulu menerima beras secara langsung, sekarang menerima kartu untuk dapat mencairkan bantuan,” kata dia.

Ada lebih dari 4.000 warga (KPM) yang menerima BPNT dari APBN. Namun, masih ada warga Kota Mojokerto yang statusnya miskin dan rentan miskin belum terakses program BPNT dari pemerintah. 

"Untuk itu, kebijakan pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk memberikan BPNT dari APBD 2019 kepada sejumlah lebih 2.000 warga," kata Ning Ita.

Sebagai kepala daerah, Ning Ita berharap jumlah penerima BPNT semakin menurun dari tahun ke tahun.

"Karena kita menginginkan warga semakin meningkat kesejahteraannya, bukan sebaliknya. Karena itu, program kami ke depan, bagi keluarga yang masih memiliki potensi untuk diberdayakan akan diberikan pendampingan untuk menjadi keluarga yang produktif," katanya.

Terkait pemanfaatan anggaran pemerintah, dia mengatakan akan memfokuskan pada tiga hal, yaitu permodalan tanpa bunga, pendampingan SDM terkait keterampilan yang memungkinkan untuk menjadi keluarga produktif dan keluarga yang memiliki daya saing.

"Memanfaatkan kemampuan untuk bisa menghidupi dirinya, sehingga mereka tidak lagi menjadi kategori keluarga miskin dan rentan miskin, tetapi menuju keluarga yang sejahtera," tuturnya.

Pemanfaatan anggaran yang ketiga adalah untuk pendampingan produk-produk yang dihasilkan supaya memiliki pangsa pasar jelas.

Dalam kesempatan itu, Ning Ita juga menyampaikan rencana membangun infrastruktur untuk meningkatkan ekonomi warga.

"Tahun ini kami akan membangun dua sentra ekonomi baru. Insya Allah akan kami siapkan 18 sentra ekonomi di 18 kelurahan untuk berdagang bagi seluruh warga Kota Mojokerto," katanya.

Bagi keluarga penerima manfaat, Ning Ita berharap agar bantuan yang diterima kali ini bisa sedikit meringankan beban. Selain itu, Pemkot Mojokerto mempunyai kewajiban hadir memberi kemanfaatan untuk ikut peduli kepada warga yang tidak mampu menanggung beban dirinya dan keluarganya.

Ning Ita juga berharap agar masyarakat bisa termotivasi untuk keluar dari kemiskinan dan berusaha produktif bersemangat menuju hidup yang lebih baik dan lebih sejahtera.

Setelah itu, Ning Ita menuju lingkungan Kedungsari untuk menyerahkan bantuan perbaikan kepada seorang warga yang rumahnya menjadi korban bencana kebakaran di Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari. Bantuan yang diserahkan kepada Siatin berupa material bahan bangunan senilai Rp9.835.000. (*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar