Wali Kota Kediri paparkan visi RPJMD 2020-2024 di Musrenbang

id wali kota kediri ,mas abu kediri ,musrenbang kediri ,kota kediri

Wali Kota Kediri paparkan visi RPJMD 2020-2024 di Musrenbang

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Kota di aula Kantor Kelurahan Semampir, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (4/3/2019). (Foto istimewa)

Musrenbang ini untuk mengerjakan yang besar-besar (pembangunan) yang tidak bisa diakomodasi di Prodamas
Kediri (ANTARA) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar memaparkan visi Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2020-2024 saat membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan tingkat Kecamatan Kota di aula Kantor Kelurahan Semampir, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin. 

Dalam sambutannya, Abu Bakar mengatakan bahwa kegiatan musrenbang harus bisa membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat Kota Kediri, karena dalam kurun waktu lima tahun terakhir Kota Kediri secara garis besar telah memenuhi target dari RPJMD. 

"Ini tidak bisa dilakukan pemda saja, keterlibatan bapak/ibu semua, seperti musrenbang ini. Kegiatan ini penting, tiap kelurahan harus ada usulan, nanti usulan yang diterima akan dikerjakan dengan pelaksanaan sesuai anggaran yang ada. Musrenbang ini untuk mengerjakan yang besar-besar (pembangunan) yang tidak bisa diakomodasi di Prodamas (Program Pemberdayaan Masyarakat)," katanya. 

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan arah kebijakan Pemerintah Kota Kediri ke depan dengan penetapan visi RPJMD 2020-2024, yaitu Kota Kediri Unggul dan Makmur dalam Harmoni.

Untuk visi tersebut, pemkot merancang program unggulan, di antaranya Prodamas plus, Service City Card untuk mengakses pelayanan di Kota Kediri, open and clean goverment (pemerintahan yang terbuka dan bersih), asuransi kesehatan universal, home care, pendidikan gratis dan berkualitas, pengembangan usaha milik RW (koperasi RW), penciptaan 15.000 wirausaha baru, satu kelurahan satu RTH, dan kampung keren.

Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri, juga menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) Kota Kediri telah mengalami perkembangan dan harus terus berkembang. 

"Di sebelah ini nanti akan ada bandar udara, ya walaupun tidak berada di Kota Kediri, tapi efek ekonomi dan keramaiannya nanti juga akan ke Kota Kediri. Makanya ini ada seperti 'Emass' (english massive), supaya dampak positif ini bisa ditangkap. Walaupun bukan untuk kita saat ini, tapi untuk anak cucu nanti," katanya. 

Menurut ia, pertumbuhan ekonomi di Kota Kediri tanpa sektor tembakau sudah mencapai angka 7,02 persen dan melampaui pertumbuhan nasional. Selain itu, pengangguran terbuka juga sudah turun menjadi 3,63 persen, yang membuktikan pertumbuhan ekonomi di Kota Kediri bergerak dengan pesat. 

"Kami selesaikan bangun jembatan, ya langsung ramai. Di Kota Kediri ini sudah banyak kendaraan, hampir semua rumah punya motor dan motornya baru-baru. Kalau dulu biasanya anak muda lulus dari SMA itu urban ke kota besar, tapi sekarang mereka tetap tinggal di Kota Kediri. Walaupun mereka tidak punya toko, tapi bisa jual beli daring dimana-mana. Ada di Bukalapak, Tokopedia dan media jual beli lainnya. Sekarang mereka hanya di kamar dan hasilnya lumayan besar. Kemarin saya juga ditawari Gojek agar seluruh UMKM di Kota Kediri ini bayarnya pakai go pay saja, biar tidak perlu pakai uang tunai," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Abu juga menjelaskan pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Kota Kediri juga diimbangi dengan inflasi yang rendah 1,97 persen atau tercatat terendah di Pulau Jawa. 

"Misalnya saja kami punya pertumbuhan ekonomi ada di angka tujuh, inflasi katakanlah dua saja, masih punya sisa lima. Ini harus dimanfaatkan dengan baik. Bapak ibu harus bisa menginvestasikan dengan baik. Bisa investasi emas, jangan di MLM. Karena emas itu nilainya akan terus naik mengikuti harga pasaran. Saya lihat beberapa orang di daerah lain itu orang tua lupa menginvestasikan untuk anak-anak. Kalau mau mewariskan, ya harus dengan ilmu yang tepat. Kalau ilmunya dimanfaatkan bisa berguna suatu saat nanti," ujar dia. 

Dalam Musrenbang Kecamatan Kota ini telah terkumpul 237 usulan dari seluruh kelurahan di Kecamatan Kota. Usulan tersebut dibagi dalam tiga bidang, yaitu Bidang A (Pendidikan, Kesehatan dan Pemerintahan) dengan 65 usulan, Bidang B (Lingkungan Hidup, Perumahan dan Fasilitas Umum) sebanyak 126 usulan, dan Bidang C (Perekonomian, Ketahanan Pangan dan Perkembangan Usaha) ada 46 usulan.

Musrenbang juga dihadiri Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah, Sekretaris Daerah Budwi Sunu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Enny Endarjati, kepala OPD, camat, lurah dan perwakilan kelurahan se-Kecamatan Kota. (*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar