Ning Ita: TIK untuk Optimalkan Pelayanan Kepada Masyarakat

id Pemkot Mojokerto, Ning Ita, Ika puspitasari, mojokerto

Ning Ita: TIK untuk Optimalkan Pelayanan Kepada Masyarakat

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat membuka sosialisasi dan workshop tender dan non-tender SPSE 4.3 yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto, Selasa. (Humas Pemkot Mojokerto)

Belajar dari pengalaman yang pernah terjadi. Di bawah kepemimpinan saya, saya tidak ingin lagi di seluruh jajaran pemerintahan kota ini ada yang berbuat kesalahan baik karena sengaja ataupun karena kekurangan informasi dan ilmu yang dimiliki,
Mojokerto (Antaranews Jatim) - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) harus dimanfaatkan untuk lebih mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

Ning Ita, sapaan akrabnya, saat membuka sosialisasi dan workshop tender dan non-tender SPSE 4.3 yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto, Selasa mengatakan perkembangan teknologi berdampak pada perubahan-perubahan.

"Hal ini juga berpengaruh pada bidang pengadaan barang dan jasa pemerintah," kata Ning Ita.

Kemajuan TIK nantinya diarahkan pada ketersediaan jaringan informasi dan data yang menghubungkan instansi pemerintah dalam rangka mengoptimalkan pelayanan umum, dengan pelayanan yang cepat, profesional, transparan dan lebih mudah yang menjadi harapan dari seluruh masyarakat.

"Maka saya berharap melalui sosialisasi dan workshop ini bisa memberikan pemahaman kepada seluruh aparatur pengadaan barang dan jasa di Pemkot Mojokerto baik yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam proses pengadaan barang dan jasa," ujarnya.

Ning Ita menambahkan untuk ke depan peserta workshop bisa memanfaatkan ilmu dalam pekerjaan masing-masing menjadi lebih mudah, lebih transparan dan bisa memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.

Dia juga menyampaikan kepada seluruh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa (PPBJ) dan pokja ULP bahwa meskipun tidak ada niatan untuk berbuat penyimpangan dari aturan tetapi karena ketidakpahaman, kekurangan informasi dan ilmu dimiliki dalam proses pengadaan barang dan jasa bisa menyebabkan berbuat kesalahan.

"Belajar dari pengalaman yang pernah terjadi. Di bawah kepemimpinan saya, saya tidak ingin lagi di seluruh jajaran pemerintahan kota ini ada yang berbuat kesalahan baik karena sengaja ataupun karena kekurangan informasi dan ilmu yang dimiliki," tuturnya.

Selain itu, PPK dan PPBJ menurut Ning Ita, merupakan tonggak dalam pengadaan barang dan jasa yang tujuannya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik, transparan dan bermuara untuk kesejahteraan masyarakat Pemkot Mojokerto.

"Saya sebagai pimpinan,ingin memberi semangat baru, kami ingin maju melangkah dan berbenah untuk diri sendiri, untuk organisasi dan Pemerintah Kota Mojokerto," ujarnya sembari mengajak para peserta mengucapkan slogan "Kota Mojokerto Maju Melangkah Ayo Berbenah".

Sosialisasi dan Workshop Tender dan NonTender SPSE 4.3 diselenggarakan selama 2 hari 12-13 Februari dengan narasumber dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah Republik Indonesia (LKPP RI) diikuti oleh PPK, PBJ, Pokja ULP dan Penyedia yang telah teraktifasi.(*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar