Pewarta LKBN Antara Berbagi Pengalaman Liputan di Istana Negara (Video)

id LKBN Antara, HPN 2019, berbagi pengalaman

Pewarta LKBN Antara Berbagi Pengalaman Liputan di Istana Negara (Video)

Dua pewarta LKBN Antara berbagi pengalaman saat meliput di Istana Negara pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Surabaya, Jumat (8/2/2019). (Antara Jatim/Fiqih Arfani)

Liputan di Istana itu harus siap dengan segala kondisi
Surabaya (Antaranews Jatim) - Dua pewarta Perum LKBN Antara berbagi cerita tentang pengalamannya meliput di Istana Negara saat kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Surabaya, Jumat.

Kedua pewarta itu adalah Bayu Prasetyo dan Gracia Simanjuntak, yang berbagi pengalamannya saat meliput kegiatan presiden, baik di Istana Negara maupun di luar istana.

Pewarta LKBN Antara yang ada di Istana era Presiden Joko Widodo, Bayu Prasetyo, menceritakan pengalamannya dalam meliput petinggi negara. Salah satu pengalaman yang tak terlupakan bagi Bayu adalah saat memberikan bantuan kepada warga Rohingya.

"Liputan di Istana itu harus siap dengan segala kondisi," katanya.

Dia mengungkapkan, pada suatu hari, wartawan istana biasa menunggu di ruangan bernama tempat pilar, di halaman Istana Negara.

"Saat itu sedang santai, tiba-tiba ada kabar Presiden Jokowi keluar menemui nelayan cantrang, ternyata yang keluar adalah bu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan, red). Setelah ada kabar presiden keluar itu, saya harus berlari sejauh satu kilometer untuk mengikuti presiden," ujarnya.

Sementara itu, pewarta Antara TV Gracia Simanjuntak menceritakan awal mula bisa menjadi pewarta istana adalah saat menggantikan salah satu pewarta Antara yang saat itu tidak bisa liputan.

Dari pengalaman menggantikan itu, memberi akses kepadanya untuk mengenal orang-orang yang ada di lingkungan istana, seperti Biro Presiden di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pengalaman yang paling berkesan bagi dia, saat itu Presiden Ceko sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia.

"Waktu itu tanya ke Presiden Ceko pakai bahasa Ceko yang dicampur Bahasa Inggris dan ternyata Presiden Ceko seneng. Presiden Ceko senang, karena melihat wartawan dari Indonesia yang bisa bahasa mereka, apalagi populasi negara itu kecil," ucapnya.

Menurut dia, menjadi wartawan yang meliput di istana harus memperhatikan penampilan. "Kemampuan bahasa Inggris juga harus dimiliki wartawan," tambahnya.

Pada kegiatan itu, LKBN Antara juga memberikan hadiah kepada beberapa penonton yang bertanya.(*)

Video Oleh Naufal Ammar
 
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar