Lamongan Gandeng Batan Aplikasikan Teknologi Nuklir Pertanian

id Lamongan, Pemkab Lamongan Gandeng BATAN,teknologi nuklir pertanian,teknologi nuklir

Lamongan Gandeng Batan Aplikasikan Teknologi Nuklir Pertanian

Bupati Lamongan Fadeli (Dok. Antarajatim)

Kami harap nantinya BATAN membawa modernisasi pertanian di Lamongan dan membawa hasil yang lebih baik lagi
Lamongan (Antaranews Jatim) - Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) mengembangkan sektor pertanian melalui aplikasi teknologi nuklir.

Bupati Lamongan, Fadeli di Lamongan, Kamis mengapresiasi kerja sama ini, dan diharapkan mampu meningkatkan hasil pertanian seperti budi daya petani lokal yang saat ini produktivitasnya sudah mencapai lebih dari 10 ton per hektare.

"Kami harap nantinya Batan membawa modernisasi pertanian di Lamongan dan membawa hasil yang lebih baik lagi," kata Fadeli, dalam keterangan persnya yang diterima wartawan.

Kepala BATAN Falconi Margono mengatakan ruang lingkup kerja sama yang dilakukan nantinya juga terkait banyak hal, seperti penelitian, pengembangan dan perekayasaan Iptek nuklir di bidang pertanian, kesehatan, industri, energi, sumber daya alam dan lingkungan.

"Kemudian pemasyarakatan dan diseminasi iptek nuklir, penggunaan fasilitas penelitian, dan penyediaan sumber daya manusia," katanya.

Falconi mengatakan, Batan selama ini bekerja untuk mengubah nuklir yang sifatnya bahaya menjadi bisa dikendalikan agar bermanfaat, kemudian dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat.

"Program kami ada dua, yakni mengembangkan kebijakan, melakukan penelitian, memanfaatkan Iptek nuklir untuk masyarakat dan mengembangkan Iptek nuklir itu sendiri untuk kemaslahatan masyarakat," katanya.

Deputi Pendayagunaan Teknologi Nuklir Hendig Winarno mengatakan, Batan selama ini telah menghasilkan manfaat nuklir di berbagai bidang, salah satunya yakni pertanian.

Untuk aplikasi teknologi nuklir di bidang pertanian, kata dia, berupa pemuliaan tanaman, pemupukan, nutrisi tanaman dan bioremediasi, pengendalian hama tanaman dan karantina, serta pascapanen.

Salah satu benih hasil pemuliaan Batan yang sudah banyak diadopsi petani adalah Inpari Sidenuk. Varietas ini dikenal menghasilkan produksi yang lebih tinggi dibanding sejumlah varietas lainnnya.

Menurutnya, Batan sampai saat ini telah menghasilkan 23 varietas unggul padi dan 10 varietas unggul kedelai.

Sedangkan aplikasi teknologi nuklir di bidang kesehatan beberapa di antaranya adalah radioisotope dan radiofarmaka (RR). Radiofarmaka digunakan untuk keperluan diagnostic dan terapi, serta renograf untuk diagnosis fungsi ginjal. (*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar