Ubaya Kenalkan Budaya Imlek kepada Mahasiswa Asing

id Ubaya, imlek, mahasiswa asing

Ubaya Kenalkan Budaya Imlek kepada Mahasiswa Asing

Mahasiswa asing asal Vietnam, Tajikistan dan Kanada menghias patung babi yang terbuat dari tanah liat di Universitas Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (29/1/2019). Kegiatan tersebut dalam rangka menyambut tahun baru Imlek 2570 pada pada 5 Februari 2019 yang menurut perhitungan astrologi Cina merupakan tahun Babi Tanah. Antara Jatim/Zabur Karuru

Mahasiswa Ubaya memang lengkap mulai dari enam agama dan berasal dari herbagai suku, budaya dan bahasa. Jadi kami mengajak beberapa komponen mahasiswa untuk turut serta meramaikan Tahun Baru China 2570 berlambang Babi Tanah
Surabaya (Antaranews Jatim) - Universitas Surabaya (Ubaya) mengenalkan budaya perayaan Tahun Baru Imlek yang ada di Indonesia kepada mahasiswa asing asal Vietnam, Tajikistan dan Kanada.

"Kegiatan pengenalan budaya ini bentuk kolaborasi beberapa mahasiswa untuk bersama menghias babi dari tanah liat menjelang lmlek," kata Humas Ubaya Hayuning Purnama Dewi di Surabaya, Selasa.

Adapun tiga mahasiswa asing yang terlibat pada kegiatan itu adalah Vu Thi My Linh dari Vietnam, Azizjon Karimov dari Tajikistan, dan Arie Naccache dari Kanada yang mengikuti program Darmasiswa Republik lndonesia di Ubaya.

Hayuning mengatakan, selain memberi pengalaman baru bagi mahasiswa asing, kegiatan ini sekaligus sebagai bentuk toleransi antarumat beragama khususnya mahasiswa Ubaya.

"Mahasiswa Ubaya memang lengkap mulai dari enam agama dan berasal dari herbagai suku, budaya dan bahasa. Jadi kami mengajak beberapa komponen mahasiswa untuk turut serta meramaikan Tahun Baru China 2570 berlambang Babi Tanah," ujarnya.

Mahasiswa asal Kanada Arie Naccache mengungkapkan, tradisi Imlek merupakan hal baru baginya. Dia banyak bertanya tentang kegiatan yang dilakukan saat Imlek sambil mengecat celengan babi yang diberikan padanya.

"Ini cara merayakan tahun baru yang sangat unik, tidak ada di Kanada. Apalagi ada warna khas merah yang dijadikan ikon," ujarnya.

Sementara itu, mahasiswa dari Fakultas Farmasi Angela Thamrin yang ikut mendampingi tiga mahasiswa asing itu mengatakan, dirinya mengenalkan kreasi babi celengan dari tanah liat ini sebagai simbol Tahun Baru Imlek tahun ini.

Menurut Angela celengan babi ini simbol kesejahteraan sekaligus dapat digunakan dekorasi rumah saat keluarga datang berkumpul.

"Semua dekorasi dan hiasan Tahun Baru Cina didominasi oleh warna merah dan emas. Masyarakat Tiongkok dulu percaya jika warna merah dapat mengusir roh jahat sehingga saat ini warna merah melambangkan keberuntungan clan kesuksesan," katanya.

Angel merasa sangat antusias mengenalkan budayanya dan membuat kreasi bernuansa lmlek.

"Setiap tahunnya saya merayakan Imlek, tapi belum pernah membuat kreasi apapun. Normalnya hanya kumpul keluarga dan menunggu angpao. Kami buat sesuatu yang beda dengan mahasiswa asing, saya sangat senang," kata Angel.

Selain hias dekorasi babi dari tanah Iiat, mahasiswa asing dapat mengetahui beberapa pernak-pernik Imlek, antara Iain pohon angpao yang dipenuhi uang dalam kemasan merah sebagai hadiah dari keluarga. Selain itu, ada tulisan Gong Xi Fa Cai, koin emas serta replika pakaian tradisional warga Tionghoa.(*)
Pewarta :
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar