Warga Asing Tinggal di Apartemen Wajib Lapor Dispendukcapil Surabaya

id warga asing tinggal di apartemen wajib lapor,pemkot surabaya,dispenducapil surabaya,raperda adminsitrasi kependudukan,antaranews jatim

Warga Asing Tinggal di Apartemen Wajib Lapor Dispendukcapil Surabaya

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Buchori Imron (Abdul Hakim)

Awalnya Raperda ini untuk melakukan revisi terhadap perda sebelumnya. Tapi karena revisi lebih dari 50 persen, maka dibentuklah perda baru
Surabaya (Antaranews Jatim) - Warga asing yang tinggal di apartemen kawasan Kota Surabaya, Jatim, nantinya akan diwajibkan lapor ke pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.    
     
Ketua Pansus Raperda Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan DPRD Surabaya Buchori Imron, di Surabaya, Rabu, mengatakan pembahasan raperda saat ini memasuki tahap dengar pendapat dengan para pengelola apartemen di Surabaya.
     
"Awalnya Raperda ini untuk melakukan revisi terhadap perda sebelumnya. Tapi karena revisi lebih dari 50 persen, maka dibentuklah perda baru," katanya.
     
Menurut dia, fokusnya dari pembahasan raperda ini adalah soal pengawasan terhadap orang asing karena Surabaya merupakan kota besar ke dua di Indonesia banyak didatangi masyarakat internasional.
     
Selain warga asing, lanjut dia,  warga lokal yang tinggal di apartemen juga diwajibkan lapor ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya.
     
Tentunya, lanjut dia, dalam Perda itu nanti juga menyebutkan mekanisme  pembentukan RT/RW di apartemen. "Jadi pihak apartemen ini nantinya yang akan melaporkan penghuninya ke Pemkot Surabaya," katanya.
     
Pria yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya ini menambahkan model laporannya nanti berbentuk daring yang terintegrasi dengan pihak imigrasi.
     
"Karena dulu semua tergantung dengan imigrasi, maka sekarang ini juga melibatkan pemkot," kata Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini .
     
Pembentukan RT/RW di apartemen di sambut baik oleh manajer Apartemen Java Paragon Agus Herinomo. Ia mengatakan untuk pengurus RT/RW  bisa dilakukan melalui staf apartement karena lebih bisa mengontrol.
     
"Suma persoalannya apakah bisa karena yang bersangkutan kan tidak berdomisili disitu," katanya .
     
Agus menambahkan selama ini penghuni apartemen kerap kesulitan dalam hal mengurus administrasi kependudukan. Begitu pula saat pengurus RT/RW mau masuk ke apartemen.
     
"Dengan pembentukan RT/RW ini akan memudahkan penghuni apartemen," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar