Dewan Pers Ingatkan Independensi Wartawan Peliput Pemilu

id independensi wartawan, pemilu 2019, dewan pers, dialog, santun bermedia, kampus unair, surabaya

Dewan Pers Ingatkan Independensi Wartawan Peliput Pemilu

Dialog "Santun Bermedia 2019, Menyongsong Pesta Demokrasi dengan Bermartabat" di Kampus Universitas Airlangga Surabaya, Selasa (15/1/2019). (Antara Jatim/Hanif Nashrullah)

Selama enam bulan terakhir ada sekitar 16 media yang telah diadukan kepada kami karena pemberitaannya tidak berimbang
Surabaya (Antaranews Jatim) - Dewan Pers mengingatkan independensi wartawan, khususnya selama melaksanakan tugas peliputan Pemilihan Umum Presiden maupun Legislatif tahun 2019.

Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo saat ditemui di Surabaya, Selasa, mempertanyakan independensi seorang wartawan jika ada yang melibatkan dirinya dalam tim sukses partai politik atau pemenangan salah satu calon yang berkontestasi pada Pilpres maupun Pemilu Legislatif 2019.

"Sebisa mungkin bersihkan ruang redaksi atau newsroom dari hal-hal yang mempengaruhi independensi seorang jurnalis," katanya kepada wartawan usai menjadi pembicara dalam kegiatan dialog Santun Bermedia 2019, Menyongsong Pesta Demokrasi dengan Bermartabat di Kampus Universitas Airlangga Surabaya, Selasa.

Dia menegaskan bahwa seorang wartawan harus memprioritaskan kepentingan publik dalam mencari informasi untuk diberitakan. Seorang wartawan juga harus menjaring calon terbaik untuk diinformasikan kepada pemilih.

"Arahkan lensa kamera wartawan kepada kelompok pemilih rentan, misal pemilih pemula, perempuan, lansia, kelompok masyarakat miskin kota. Itulah yang harus didengar suaranya agar para calon bisa memasukkan visi dan misinya dalam agenda politik selama lima tahun ke depan," tuturnya.

Wakil Ketua dan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia periode 2007-2012 itu mengakui masih banyak media yang tidak berimbang dalam memberitakan kegiatan selama masa kampanye Pilpres dan Pemilu Legislatif 2019.

"Kami menunggu pengaduan terkait ketidakberimbangan pemberitaan selama masa kampanye Pemilu 2019," katanya.

Stanley memaparkan, selama masa pemilihan kepala daerah serentak tahun 2018, Dewan Pers telah memberi teguran kepada 28 media yang pemberitaannya tidak berimbang. "Kalau selama enam bulan terakhir ada sekitar 16 media yang telah diadukan kepada kami karena pemberitaannya tidak berimbang," ucapnya.

Dalam hal ini, Stanley mendorong gugus tugas Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu dan Dewan Pers untuk duduk bersama dalam menilai integritas newsroom di berbagai media. (*)

Baca juga: Dewan Pers Dorong Pejabat Lebih Dekat Wartawan
Baca juga: Dewan Pers Pantau Media Sebarkan Kampanye Hitam Pemilu 2019
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar