Bupati Pamekasan Keluarkan Sembilan Imbauan Terkait Tahun Baru

id Baddrut Tamam, Bupati Pamekasan,Bupati Baddrut Tamam

Bupati Pamekasan Keluarkan Sembilan Imbauan Terkait Tahun Baru

Bupati Pamekasan dalam sebuah acara Maulid Nabi di Pamekasan, Madura, Jawa Timur. (Abd Aziz)

Pamekasan (Antaranews Jatim)  - Bupati Pamekasan, Jawa Timur Baddrut Tamam mengeluarkan sembilan imbauan terkait pergantian malam tahun baru 2019.

"Imbauan ini kami sampaikan dengan tujuan untuk menciptakan ketertiban umum dan ketertiban masyarakat," kata Bupati Baddrut Tamam kepada Antara di Pamekasan, Selasa sore.

Bupati menjelaskan, kesembilan imbauan terkait dengan Pergantian Malam Tahun Baru itu didasarkan pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2013 tentang Hiburan dan Rekreasi, serta Perda Nomor 1 Tahun 2017 tentang Ketertiban Sosial.

"Maka atas dasar dua Perda sebagai pijakan hukum, kami mengeluarkan imbauan agar menjadi perhatian masyarakat Pamekasan saat pergantian Malam Tahun Baru 2019 nanti," ujar bupati.

Kesembilan imbauan yang disampaikan Bupati Pamekasan itu, masing-masing tidak mengadakan kegiatan hiburan dan pesta yang bersifat hura-hura baik di tempat tertutup dan terbuka.

Kedua, dilarang mengadakan kegiatan konvoi kendaraan bermotor dengan segala atribut dan sejenisnya.

"Ketiga, dilarang membawa petasan dan sejenis, dan yang keempat dilarang melakukan kebut-kebutan di jalan raya," ujar Baddrut Tamam.

Selanjutnya, pada poin kelima, bupati melarang masyarakat melakukan kegiatan yang bertentangan dengan norma hukum dan agama, serta norma sosial.

Pada poin keenam, imbauan bupati berisi larangan bagi masyarakat agar tidak melakukan kegiatan di area Monumen Arek Lancor yang merupakan jantung Kota Pamekasan.

Selanjutnya pada poin ketujuh, imbauan Bupati Pamekasan terkait pergantian malam tahun baru itu, meminta Dinas Pendidikan mengimbau siswa-siswi untuk tidak melakukan kegiatan pada malam pergantian tahun baru.

Pada poin kedelapan, imbauan Bupati Baddrut Tamam meminta camat dan lurah untuk mengadakan kegiatan lokal, untuk mencegah adanya konsentrasi massa menuju ke kota.

Terakhir, bupati mengimbau, agar para pemilik toko, hotel dan restoran tidak memaksakan karyawannya untuk menggunakan atribut Natal.

Kalangan aktivis mahasiswa, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menilai, imbauan Bupati Baddrut Tamam itu, sangat efektif dalam mencegah aksi hura-hura atau kegiatan yang sia-sia.

"Memang acuan atau dasar hukum tentang imbauan Bupati Pamekasan ini adalah Perda, tapi isinya sangat Islami," kata Ketua Umum HMI Komisariat IAIN Madura, Abdul Adim. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar