Bupati Lumajang Redam Konflik Aktivitas Penambangan Pasir

id redam konflik,penambangan pasir,pasir lumajang,penambangan pasir lumajang,konflik pasir

Bupati Lumajang  Redam Konflik Aktivitas Penambangan Pasir

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mendatangi warga yang melakukan blokade jalan di perbatasan Desa Jugosari dengan Desa Jarit (Foto Humas Pemkab Lumajang)

Kehadiran saya di tengah masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan yang timbul akibat aktivitas penambangan pasir galian C yang berakhir pada penutupan jalan akses ke penambangan oleh sebagian masyarakat.
Lumajang (Antaranews Jatim) - Bupati Lumajang Thoriqul Haq meredam konflik terkait dengan aktivitas penambangan pasir galian C dengan mendatangi lokasi penutupan jalan di perbatasan Desa Jugosari dengan Desa Jarit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis sore.
     
"Kehadiran saya di tengah masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan yang timbul akibat aktivitas penambangan pasir galian C yang berakhir pada penutupan jalan akses ke penambangan oleh sebagian masyarakat," kata Thoriq di Lumajang.
     
Warga Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro melakukan penutupan jalan dengan menggunakan pasir dan batu untuk memblokade jalan tersebut dari aktivitas para sopir truk yang mengangkut pasir galian C.
     
Thoriq berdialog langsung dengan masyarakat di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro untuk menyerap asprasi warga dan mencari solusi atas persoalan tersebut karena penutupan jalan itu juga mengganggu aktivitas warga lainnya.
     
"Kami segera menata jalan alternatif untuk truk kosongan dan truk yang bermuatan pasir, sehingga Pemkab Lumajang akan segera mengatur kembali jam operasional transportasi penambangan pasir," tuturnya.
     
Ia juga mengingatkan,  agar pemilik tambang pasir dan para sopir truk tambang bekerja sesuai dengan kesepakatan atau ketentuan yang ada, termasuk taat dalam waktu operasional yang sudah ditentukan.
     
Sementara salah satu warga Desa Jugosari, Rosamin mengeluhkan akibat penutupan jalan tersebut karena dirinya dan sebagian masyarakat di desa setempat tidak bisa bekerja karena akses jalan perbatasan Jugosari  dengan Desa Jarit ditutup.
     
"Kami selaku warga Jugosari mengeluhkan penutupan jalan itu dan sudah 10 hari tidak bekerja karena jalan ditutup, untuk itu kami mohon jalan dibuka kembali," katanya.  
     
Ia meminta agar Bupati Lumajang segera menyelesaikan permasalahan tersebut, sehingga berharap ada keputusan dari bupati dan masalah jalan agar bisa dibuka kembali, agar warga bisa bekerja.(*)
Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar