Sidoarjo Masuk Sepuluh Besar Kabupaten Sangat Inovatif

id Pemkab Sidoarjo, Kabupaten Sangat Inovatif

Sidoarjo Masuk Sepuluh Besar Kabupaten Sangat Inovatif

Pemkab Sidoarjo saat melakukan pemaparan dalam penghargaan kabupaten sangat inovatif diselenggarakan Pusat Litbang Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri (Ist)

Kami mempunyai inovasi di bidang penyelenggaraan urusan pemerintah daerah, pelayanan publik, dan tata kelola pemerintahan daerah dengan memanfaatkan teknologi informasi
Sidoarjo (Antaranews Jatim) - Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, masuk sepuluh besar sebagai daerah sangat inovatif pada penghargaan Innovative Government Award (IGA) tahun 2018 di Pusat Litbang Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri.

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Sidoarjo, Selasa, mengatakan, dari penyaringan diperoleh lima provinsi, 10 kabupaten dan 10 kota sangat inovatif dan dua daerah berdasarkan klaster daerah tertinggal yang telah melahirkan inovasi sesuai dengan kebutuhan karakteristik daerah masing-masing.

"Kami mempunyai inovasi di bidang penyelenggaraan urusan pemerintah daerah, pelayanan publik, dan tata kelola pemerintahan daerah dengan memanfaatkan teknologi informasi," katanya.

Dalam kaitan itu, Saiful Ilah memaparkan sejumlah inovasi di hadapan tim penilai yang terdiri unsur Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Lembaga Administrasi Negara, Kementerian Riset dan Teknologi, Kemkominfo, serta tim juri dari akademisi.

Inovasi yang dipaparkan Bupati Sidoarjo dalam acara tersebut adalah inovasi yang sudah diterapkan perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sidoarjo minimal dua tahun sesuai ketentuan dari IGA Award 2018.

Inovasi tersebut salah satunya Sippadu (Sistem informasi pelayanan perizinan terpadu berbasis online).

Menurutnya, Sippadu telah direplikasi lebih dari 60 kabupaten kota kerjasama dengan KPK RI dan masuk dalam Top 33 Perizinan Online Kemenpan RB. 

Bidang kesehatan, RSUD Sidoarjo telah membuat terobosan dengan inovasi Si Maneis (Sidoarjo Maternal Neonatal Emergency SMS Gateway), untuk upaya mengurangi tingginya angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan.

"Pelayanan di tingkat Puskesmas, Sidoarjo membuat aplikasi Siap Tarik (Sistem informasi layanan antrian puskesmas tarik). Dengan aplikasi Siap Tarik, pasien bisa mengambil nomor antrean pelayanan puskesmas dari rumah," katanya.

Sedangkan untuk urusan penyelenggaran pemerintahan, kata dia, Sidoarjo sudah menerapkan e-planning, e-budgeting dan e-musrenbang, sedangkan di tingkat kecamatan ada inovasi Berkas Mlaku Dewe (BMW), yaitu layanan kependudukan dan catatan sipil berbasis online di Kecamatan Sukodono dan telah direplikasikan ke kecamatan lainnya.

"Sedangkan untuk urusan kepegawaian, Sidoarjo menerapkan SIMPEG (Sistem informasi kepegawaian berbasis online), dan SIPEKAT (Sistem informasi kenaikan pangkat berbasis online), inovasi Sipekat telah mendapatkan penghargaan dari Kemenpan RB masuk Top 99 Inovasi pelayanan publik," katanya.

Menurutnya, Sidoarjo berkomitmen mewujudkan inovasi pelayanan publik yang transparan dan tidak berbelit-belit, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sidoarjo.

"Kami berharap dengan adanya inovasi tersebut dapat memperkuat sistem birokrasi pemerintah dan mengoptimalkan kinerja pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Kepala Pusat Litbang Inovasi Daerah Dodi Riyadmadji mengatakan, program tahunan IGA ini terus ditingkatkan agar inovasi-inovasi yang telah berhasil dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan daerah bisa disebarluaskan dan memberikan inspirasi bagi pemerintah daerah lainnya.

"Inovasi yang dilakukan Pemkab Sidoarjo merupakan upaya untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi di Kabupaten Sidoarjo sendiri dan dinilai membantu meningkatkan kinerja pegawai serta meningkatkan kualitas pelayanan publik untuk kesejahteraan masyarakatnya," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar