APTRI : Produksi Tebu Petani Berkurang Akibat Kemarau Panjang

id produksi tebu petani,aptri ptpn x ,tebu petani ,produksi gula turun,gula di jatim

APTRI : Produksi Tebu Petani Berkurang Akibat Kemarau Panjang

Ketua DPD APTRI PTPN X Mubin. Antara Jatim/ Asmaul Chusna

Penyebabnya beragam, misalnya cuaca kering. Dari bibit baik, tapi ketika mau giling karena faktor cuaca, produksi turun sekitar 30 persen
Kediri (Antaranews Jatim) - Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) PTPN X menyatakan produksi tebu dari hasil panen pada tahun 2018 relatif berkurang akibat kemarau panjang.

"Penyebabnya beragam, misalnya cuaca kering. Dari bibit baik, tapi ketika mau giling karena faktor cuaca, produksi turun sekitar 30 persen," kata Ketua DPD APTRI PTPN X Mubin ditemui ketika pelatihan petani tebu generasi milenial di Kediri, Jawa Timur, Senin.

Ia mengatakan, kemarau pada tahun ini relatif panjang. Para petani juga tidak dapat berbuat banyak, karena kejadian alam.

Namun, dirinya menyebutkan bahwa saat ini rendemen tebu para petani di wilayah PTPN X masih cukup bagus di atas 8, misalnya ada yang 8,45 hingga 8,50.

Pihaknya juga menyadari saat ini kebutuhan gula di dalam negeri hingga 5,7 juta ton dan hingga kini belum tercukupi dari produksi dalam negeri.

Karena jumlah untuk memenuhi kebutuhan masih kurang, pemerintah juga melakukan impor gula. Namun, DPD APTRI PTPN X berharap pemerintah juga memperhatikan kerugian besar tidak diderita para petani tebu lokal.

Terkait dengan harga gula saat ini, Mubin menyebut masih relatif bagus. Pemerintah lewat Bulog telah melakukan pembelian gula dengan harga Rp9.700 per kilogram, lebih tinggi ketimbang di pasar yang saat ini antara Rp9.000 hingga Rp9.100 per kilogram.

Pihaknya juga sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan yang digelar oleh PTPN X terutama yang menyasar generasi milenial. Mereka yang ikut pelatihan adalah para petani tebu yang masih berusia muda sehingga diharapkan mampu membuat berbagai macam terobosan pertanian sehingga ke depan hasil tanaman tebu juga lebih bagus.

Ia menyebut, para petani memang harus mempunyai pola pikir baru dan itu dijarkan dalam kegiatan pelatihan ini. Selain itu, semangat mereka juga masih luar biasa, sehingga dapat menjadi generasi penerus di bidang pertanian tebu.

"Ini untuk meningkatkan produktivitas yang ada selama ini. Memang selama ini pola pikir generasi milenial beda dengan generasi lama dan ini untuk mengubah generasi yang tua, yakni demi meningkatkan taraf hidup," kata dia.

Pihaknya juga berharap pemerintah juga memperhatikan nasib para petani tebu. Pemerintah diharapkan memberi kemudahan fasilitasi kebutuhan pupuk untuk para petani tebu dan berbagai kebijakan yang pro pada petani.

"Sekarang ini pakai sistem mekanisasi, terkondisikan. Tinggal sekarang kebijakan pemerintah, memfasilitasi bagaimana kebutuhan pupuk, sehingga kami mau efisien, tepat waktu, tepat guna untuk memperkecil produksi. Ketepatan waktu jika (biaya operasional) hanya 50 persen sudah cukup, jika tidak bisa butuh biaya besar, misalnya untuk obat rumput," kata Mubin.

PTPN X mengadakan kegiatan pelatihan petani tebu generasi milenial sebagai upaya membekali mereka dengan manajemen serta budi daya tanaman tebu. Kegiatan itu diikuti perwakilan para petani tebu yang relatif masih berusia muda di seluruh wilayah PTPN X. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar