OJK Tetapkan BUMDes Binaan BNI jadi BUM-Desa Center Kabupaten Malang

id bumdes, ojk, bni 46 malang, bum-desa center

OJK Tetapkan BUMDes Binaan BNI jadi BUM-Desa Center Kabupaten Malang

CEO BNI Kantor Wilayah Malang Wiwi Suprihatno (batik coklat paling kanan) pada peresmian Bum-Desa Center di Kabupaten Malang, Selasa (13/11/2018) (istimewa)

Peran BUMDes bahkan lebih dari literasi dan keuangan, karena telah memiliki unit usaha pengelolaan sampah yang terhubung dengan sistem Agen46.
Malang (Antaranews Jatim) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang menetapkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) binaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), yakni BUMDes Maju Bersama Tanjung Tirto menjadi BUM-Desa Center di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Wilayah Malang Catur Budi Harto, Selasa, mengatakan BNI berharap dengan dijadikannya sebagai BUM-Desa Center, BUMDes Maju Bersama Tanjung Tirto dapat menggenjot perekonomian desa di sekitarnya.

"Selain itu, melalui BUMDes pula, diharapkan literasi dan inklusi keuangan dapat lebih ditingkatkan lagi. BUM-Desa Center sendiri memiliki tiga pilar utama, yaitu kelembagaan dan bisnis, akses keuangan, dan digitalisasi. Peran BUMDes bahkan lebih dari literasi dan keuangan, karena telah memiliki unit usaha pengelolaan sampah yang terhubung dengan sistem Agen46," kata Catur di sela peresmian BUM-Desa Center Kabupaten Malang.

Peresmian BUM-Desa Center tersebut dihadiri oleh Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank OJK Riswinandi, Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo, Plt Bupati Malang Sanusi, Kepala OJK Malang Widodo , GM Pengelolaan Jaringan Fauzi, dan CEO BNI Kantor Wilayah Malang Wiwi Suprihatno.

Pemilihan tersebut merupakan salah satu langkah dalam merealisasikan program BUM-Desa Center dan BUM-Desa Online dari OJK di Kabupaten Malang.

Lebih lanjut, Catur mengatakan dengan menggabungkan program literasi keuangan dan kepedulian lingkungan,  masyarakat akan semakin familiar dengan layanan perbankan serta kualitas lingkungan hidup masyarakat meningkat.        

Oleh karena itu, BNI juga telah mengadakan Program Ayo Menabung dengan Sampah sebagai upaya pembentukan karakter anak yang pandai menabung dan cinta lingkungan. Program tersebut merupakan salah satu first mover on sustainable banking.

Dalam rangkaian kegiatan peresmian ini juga dilakukan simulasi transaksi setor sampah melalui unit pengelolaan bank Sampah BUMDes Maju Bersama dengan menggunakan sistem Agen46, transaksi pembelanjaan dengan menggunakan yap  (Your All Payment), serta transaksi pembayaran BPJS melalui aplikasi BUMDesa Online.        

Pengembangan unit usaha lain dari BUMDes Maju bersama ini akan terus disinergikan dengan BNI, baik dalam hal dukungan berupa bantuan maupun sarana transaksi untuk mempermudah kegiatan masyarakat di pedesaan.

Keuntungan yang didapat dari Agen46 sebagai salah satu unit usaha BUMDes adalah masyarakat sekitarnya tidak perlu jauh-jauh dalam menggunakan layanan perbankan seperti pembukaan rekening, tarik dan setor uang ke tabungan, pembayaran listrik, telepon, pulsa, bayar BPJS, tranfer ke sesama BNI maupun bank lain, bayar kartu kredit dan lain sebagainya.

Sedangkan keuntungan bagi BUMDes yang menjalankan usaha tersebut akan mendapatkan sharing fee sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga akan menambah pendapatan BUMDes.

Agen46 BNI juga dapat disinergikan dengan program pemerintah lainnya, seperti bantuan sosial (bansos), agen pupuk tani, agen LPG , rumah desmigratif TKI dan lain lain.
 
Sampai akhir Oktober 2018, jumlah BUMDes binaan BNI di seluruh Indonesia mencapai 6.733. Dan, di BNI Wilayah Malang mencapai 1.278 BUMDes dengan 997 BUMdes sudah menjadi Agen46. "Untuk wilayah Malang raya jumlah BUMDes mencapai 170 dan semuanya telah menjadi  Agen46 BNI,"  ujar CEO BNI Kantor Wilayah Malang Wiwi Suprihatno.
      
Sementara itu, Plt Bupati Malang Sanusi kembali mengingatkan pentingnya penggunaan teknologi dalam meningkatkan produkitivitas dalam bidang pertanian, perikananan maupun peternakan di desa. Untuk itu pembiayaan yang murah melalui bantuan perkreditan bank dengan menggandeng OJK yang didukung oleh BNI, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pelaku usaha.
      
"Melalui bantuan pembiayaan yang murah, diharapkan pelaku usaha di desa, seperti pertanian, perikanan, dan peternakan dapat meningkatkan produkitvitasnya dengan menyertakan teknologi," ujar Sanusi.
       
Jika BUMDes dikelola dan terimplimentasi dengan baik, kata Sanusi, dapat meningkatkan perekonomian desa, mengoptimalkan aset desa agar bermanfaat untuk kesejahteraan desa, meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa, serta membuka lapangan kerja.(*)
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar